Mariano Peralta datang ke Persib Bandung bukan sebagai pemain asing yang masih mencari reputasi, melainkan sebagai salah satu penyerang paling produktif di Indonesia. Rekam jejaknya bersama Borneo FC membuat ekspektasi terhadap winger Argentina itu langsung berada pada level tinggi.
Pada usia 28 tahun, Mariano Peralta memasuki fase matang dalam karier ketika Persib Bandung membutuhkan pemain ofensif berpengalaman untuk kompetisi domestik dan Asia. Kepindahannya terasa strategis karena ia sudah memahami karakter liga, cuaca, perjalanan, serta tekanan pertandingan di Indonesia.
Nama lengkapnya Mariano Ezequiel Peralta Bauer, lahir di Adrogué, Argentina, pada 20 Februari 1998 dan tumbuh dalam lingkungan sepak bola Buenos Aires. San Lorenzo menjadi tempat pembentukan awalnya sebelum perjalanan panjang membawa sang penyerang menuju Uruguay, Kalimantan, lalu Persib Bandung.
Mariano Peralta: Dari San Lorenzo ke Indonesia
San Lorenzo mencatat Mariano Peralta sebagai produk divisi usia muda yang kemudian menembus tim utama dan memainkan 28 pertandingan dengan dua gol. Arsip resmi klub juga mencatat debutnya terjadi pada Februari 2020, sebuah langkah penting menuju sepak bola profesional Argentina.
Perjalanan awal Peralta memang tidak langsung dihiasi banyak gol karena persaingan di San Lorenzo sangat ketat dan menit bermainnya terbatas. Namun, periode tersebut membangun dasar teknik, pemahaman ruang, serta keberanian bermain dalam tekanan yang kemudian terlihat matang di Indonesia.
Kesempatan berkembang datang ketika Peralta menjalani masa peminjaman bersama Unión de Santa Fe pada 2022 dan memperoleh menit bermain lebih rutin. Pengalaman itu memperluas pemahamannya mengenai peran penyerang sayap, transisi cepat, serta tuntutan duel dalam sepak bola Argentina.
Setelah kembali sebentar ke San Lorenzo, Peralta melanjutkan karier ke CA Cerro di Uruguay dan mengumpulkan pengalaman sebagai pemain reguler. Produktivitas golnya belum meledak, tetapi periode tersebut membuatnya semakin fleksibel memainkan beberapa posisi pada garis depan.
Ledakan Karier Bersama Borneo FC
Titik balik datang pada Agustus 2024 ketika Borneo FC merekrut Mariano Peralta untuk memperkuat dimensi serangan tim. Klub menilai posisi naturalnya di kanan, tetapi ia juga mampu bermain sebagai penyerang tengah sebelum kemudian menarik perhatian Persib Bandung.
Musim pertama Mariano Peralta di Indonesia langsung mengubah arah kariernya karena ia mampu beradaptasi tanpa menjalani pramusim penuh bersama Borneo FC. Klub mencatat kontribusinya mencapai 10 gol dan 14 assist dari 35 penampilan pada seluruh kompetisi.
Di Liga 1 musim 2024/25, Peralta membukukan sembilan gol dan 13 assist dari 33 pertandingan menurut catatan resmi Borneo FC. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak hanya muncul sebagai penyelesai serangan, tetapi juga kreator peluang untuk rekan setim.
Borneo FC menggambarkan Peralta sebagai pemain yang mencerminkan kerja keras, kegigihan, keberanian, kecerdasan bermain, dan semangat pantang menyerah. Karakter semacam itu kemudian menjadi bagian penting mengapa dirinya berkembang menjadi figur sentral dalam permainan Pesut Etam.
Performa impresif pada musim pertamanya berlanjut menjadi ledakan produktivitas pada 2025/26 ketika Mariano Peralta berkembang menjadi salah satu pemain terbaik kompetisi. Ia tidak hanya mencetak gol lebih sering, tetapi juga mempertahankan kemampuan menciptakan peluang dan melewati lawan.
Data operator liga mencatat Mariano Peralta menyelesaikan Super League 2025/26 dengan 34 penampilan dan 20 gol untuk Borneo FC. Angka itu menjadi peningkatan tajam dibanding musim sebelumnya sekaligus menegaskan transformasinya dari winger kreatif menjadi penyerang komplet.
Sebelum musim berakhir, statistik nominasi pemain terbaik menunjukkan Mariano Peralta telah memiliki 18 gol, 13 assist, 72 peluang tercipta, dan 57 dribel sukses. Angka tersebut memperlihatkan keseimbangan langka antara kreativitas, kemampuan membawa bola, dan efektivitas penyelesaian akhir.
Konsistensi itu membuat Mariano Peralta dinobatkan sebagai Best Player Super League 2025/26 setelah Borneo FC finis sebagai runner-up. Penghargaan tersebut menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik liga sebelum ia kemudian pindah ke Persib Bandung.
Mengapa Persib Bandung Merekrut Mariano Peralta
Persib Bandung kemudian bergerak merekrut Mariano Peralta pada bursa transfer 2026 setelah Maung Bandung kembali menjadi juara kompetisi domestik. Kedatangannya mempertemukan klub terbaik liga dengan pemain terbaik musim sebelumnya, sebuah kombinasi yang langsung menghadirkan ekspektasi besar.
Kontrak dua musim memberi Mariano Peralta kesempatan membangun proyek lebih panjang bersama Persib Bandung, bukan sekadar menjadi solusi jangka pendek. Ia juga bertemu kembali dengan Berguinho, mantan rekan di Borneo FC yang memahami pergerakan dan kecenderungan bermainnya.
Persaingan lini depan Persib Bandung semakin ketat karena Mariano Peralta bergabung dengan nama seperti Ragnar Oratmangoen, Saddil Ramdani, Luka Menalo, Beckham Putra, dan Uilliam Barros. Namun, kedalaman tersebut justru membuka banyak variasi kombinasi bagi pelatih Igor Tolic.
Salah satu alasan penting Mariano Peralta memilih Persib Bandung adalah kesempatan tampil di kompetisi Asia, target yang secara terbuka disampaikannya menjelang playoff. Ambisi itu tidak berhenti sebagai pernyataan karena ia segera menjadi penentu pertandingan paling penting pada awal musim.
Ketika Persib Bandung menghadapi Manila Digger pada playoff AFC Champions League Two, pertandingan berlangsung ketat sampai menit akhir dan membutuhkan ketenangan. Mariano Peralta kemudian mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 yang memastikan Maung Bandung melaju ke fase grup.
Gol tersebut memberi makna besar terhadap awal karier Mariano Peralta bersama Persib Bandung karena kontribusinya langsung menghasilkan tiket Asia. AFC bahkan menempatkannya sebagai tokoh utama kemenangan 1-0 yang membawa wakil Indonesia bergabung dengan Grup E kompetisi tersebut.
Sebelum laga kompetitif itu, Mariano Peralta juga sudah mencetak gol ketika Persib Bandung mengalahkan Sabah FC 3-0 dalam pertandingan pramusim. Igor Tolic menilai timnya mampu menghasilkan serangan balik bagus, situasi yang sangat sesuai dengan karakter sang penyerang.
Gaya Bermain dan Posisi Terbaik
Secara posisi, Mariano Peralta paling alami dimainkan sebagai winger kanan, tetapi fleksibilitasnya membuat Persib Bandung tidak harus mengikatnya pada satu zona. Ia dapat bergeser ke kiri, masuk sebagai penyerang tengah, atau beroperasi sebagai pemain nomor sepuluh.
Fleksibilitas tersebut penting karena Persib Bandung mempunyai banyak pemain depan dengan karakter berbeda dan membutuhkan rotasi ketika jadwal kompetisi semakin padat. Mariano Peralta dapat menjadi penghubung antarlini, pembawa bola, pemberi umpan terakhir, maupun penyelesai serangan.
Kekuatan utama Peralta terlihat pada kemampuannya membawa bola melewati tekanan tanpa kehilangan orientasi terhadap ruang di depan. Catatan 57 dribel sukses sebelum musim 2025/26 selesai menunjukkan dirinya mampu memindahkan serangan secara individual ketika jalur umpan tertutup.
Namun, Peralta bukan tipe winger yang terlalu lama mempertahankan bola karena statistik kreativitasnya juga sangat kuat. Catatan 72 peluang tercipta menunjukkan ia mampu mengangkat kepala, membaca pergerakan rekan, dan memilih umpan ketika opsi tersebut lebih menguntungkan.
Kemampuan tersebut membuat Persib Bandung memiliki pemain yang bisa mengubah bentuk serangan tanpa harus melakukan pergantian personel. Mariano Peralta dapat memulai dari sisi lapangan lalu bergerak ke half-space, membuka jalur overlap sekaligus menciptakan keunggulan jumlah di tengah.
Kaki kanan dominannya memungkinkan Mariano Peralta menghadirkan ancaman berbeda tergantung sisi tempat ia dimainkan bersama Persib Bandung. Dari kanan ia bisa mengirim bola atau kombinasi, sedangkan dari kiri pergerakannya lebih mudah diarahkan menuju area tembak.
Perubahan terbesar Peralta di Indonesia terlihat pada keberaniannya masuk ke kotak penalti dan menyelesaikan peluang sendiri. Dua puluh gol pada musim 2025/26 menunjukkan bahwa ia berkembang jauh dibanding periode ketika produktivitasnya masih terbatas di Amerika Selatan.
Perkembangan itu membuat Persib Bandung mendapatkan pemain yang tidak lagi sekadar mengandalkan potensi, tetapi sudah mempunyai bukti performa dalam lingkungan kompetisi lokal. Mariano Peralta mengetahui kualitas bek lawan, ritme pertandingan, kondisi lapangan, serta tuntutan perjalanan antarkota.
Adaptasi semacam itu menjadi keuntungan besar bagi Persib Bandung dibanding merekrut pemain asing yang baru pertama datang ke Indonesia. Mariano Peralta tidak membutuhkan periode panjang untuk memahami atmosfer laga besar, tekanan suporter, atau kecenderungan permainan lawan domestik.
Ia bahkan sudah mempunyai sejarah sebagai ancaman bagi Persib Bandung ketika masih membela Borneo FC dalam pertandingan liga sebelumnya. Pengalaman menghadapi Maung Bandung membuat Mariano Peralta memahami bagaimana klub tersebut bertahan, menyerang, serta mengelola pertandingan bertekanan tinggi.
Dalam sistem Igor Tolic, Mariano Peralta sangat cocok untuk permainan transisi karena memiliki akselerasi, keberanian menyerang ruang, dan keputusan cepat. Persib Bandung dapat memanfaatkannya setelah merebut bola dengan mengarahkan umpan pertama menuju ruang terbuka sebelum pertahanan lawan kembali tersusun.
Saat lawan bertahan rendah, Mariano Peralta juga tetap memiliki fungsi karena kemampuan kreativitasnya memberi Persib Bandung jalur pembongkaran berbeda. Ia bisa menerima bola di antara lini, memainkan kombinasi pendek, lalu mengirim umpan akhir atau bergerak masuk ke kotak penalti.
Kehadiran pemain seperti Thom Haye, Marc Klok, dan Luciano Guaycochea dapat membantu Mariano Peralta memperoleh suplai bola lebih cepat dari lini tengah. Persib Bandung memiliki cukup banyak pengumpan berkualitas untuk mengoptimalkan lari diagonal dan pergerakannya di belakang bek.
Kombinasinya dengan penyerang tengah juga menarik karena Mariano Peralta tidak harus menjadi titik fokus utama setiap serangan Persib Bandung. Ketika striker mengikat bek tengah, ruang di half-space dapat dimanfaatkan olehnya untuk menerima umpan atau melakukan penetrasi terlambat.
Ujian Asia untuk Bintang Baru Maung Bandung
Kompetisi Asia akan menjadi panggung baru untuk mengukur apakah dominasi Mariano Peralta di Indonesia dapat diterjemahkan ke level lebih tinggi bersama Persib Bandung. FC Seoul, Melbourne Victory, dan Thể Công–Viettel menawarkan karakter pertahanan berbeda yang menuntut adaptasi cepat.
Lawan Korea Selatan kemungkinan menguji Mariano Peralta melalui organisasi pressing dan tempo tinggi, sementara Melbourne Victory menawarkan duel fisik lebih berat. Persib Bandung juga harus menghadapi disiplin Thể Công–Viettel, sehingga fleksibilitas sang winger akan sangat dibutuhkan.
Gol ke gawang Manila Digger memberi indikasi awal bahwa Mariano Peralta mampu tampil menentukan ketika tekanan pertandingan Asia meningkat. Bagi Persib Bandung, momen tersebut menjadi bukti bahwa pemain barunya tidak membutuhkan waktu lama untuk menghadirkan dampak nyata.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi karena status pemain terbaik musim lalu otomatis membuat Mariano Peralta menjadi target utama penjagaan lawan. Persib Bandung perlu menciptakan struktur yang tidak membuat semua kreativitas bergantung kepadanya dalam setiap pertandingan.
Jika pembagian ruang dan kombinasi antarpemain berjalan baik, Mariano Peralta berpotensi menjadi salah satu pusat serangan Persib Bandung sepanjang musim 2026/27. Kemampuan mencetak gol, membuat assist, melakukan dribel, dan memainkan beberapa posisi memberi Igor Tolic banyak pilihan.
Perjalanan dari akademi San Lorenzo menuju Bandung menunjukkan bahwa perkembangan Mariano Peralta tidak berlangsung secara instan, tetapi melalui beberapa fase dan negara. Persib Bandung kini mendapatkan versi paling matang dari pemain yang menemukan produktivitas terbaiknya setelah berkarier di Indonesia.
Predikat bintang baru bukan sekadar label pemasaran karena Mariano Peralta tiba dengan penghargaan pemain terbaik liga dan statistik ofensif yang kuat. Persib Bandung juga sudah merasakan dampaknya melalui gol yang memastikan tiket fase grup AFC Champions League Two.
Kini tantangan Mariano Peralta adalah mengubah awal menjanjikan tersebut menjadi musim besar bersama Persib Bandung di berbagai kompetisi. Jika performanya tetap stabil ketika menghadapi level Asia, reputasinya dapat berkembang dari bintang liga domestik menjadi salah satu penyerang menonjol kawasan.



