Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Banjir Kritik, Mengapa Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Starter Timnas Portugal di Piala Dunia 2026?

Banjir Kritik, Mengapa Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Starter Timnas Portugal di Piala Dunia 2026?

  • Juni 22, 2026
Cristiano Ronaldo

Setiap kali Portugal tampil di turnamen besar, satu pertanyaan hampir selalu muncul di ruang konferensi pers, studio televisi, hingga media sosial. Pertanyaan itu bukan lagi tentang kualitas skuad Portugal atau peluang mereka menjadi juara, melainkan apakah Cristiano Ronaldo masih layak menjadi starter di panggung sebesar Piala Dunia 2026.

Perdebatan tersebut kembali memanas setelah Portugal ditahan imbang Republik Demokratik Kongo dengan skor 1-1 pada laga kedua Grup K. Dalam pertandingan itu, Ronaldo tampil selama 90 menit, tetapi gagal mencetak gol dan kesulitan memberikan pengaruh signifikan terhadap permainan tim.

Di usia 41 tahun, Ronaldo memang bukan lagi pemain yang mampu berlari tanpa henti seperti ketika membela Manchester United atau Real Madrid pada masa keemasannya. Namun statusnya sebagai ikon sepak bola dunia membuat setiap penampilannya tetap menjadi bahan diskusi yang tidak pernah berhenti.

Situasi yang dihadapi Portugal saat ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Empat tahun lalu di Qatar 2022, perdebatan yang sama juga muncul dan akhirnya membuat pelatih Fernando Santos mengambil keputusan berani dengan mencadangkan Ronaldo pada fase gugur.

Cristiano Ronaldo dan Pertanyaan yang Tidak Pernah Hilang

Ketika Portugal datang ke Qatar pada 2022, banyak pihak menganggap turnamen tersebut akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo. Saat itu usianya sudah menginjak 37 tahun dan performanya mulai menunjukkan penurunan dibanding masa terbaiknya.

Fernando Santos bahkan sempat mengadakan diskusi internal mengenai kemungkinan menggunakan Ronaldo sebagai pemain pengganti dalam beberapa pertandingan tertentu. Langkah itu dianggap masuk akal karena Portugal memiliki banyak pemain muda yang sedang berada dalam performa terbaik.

Keputusan mencadangkan Ronaldo saat melawan Swiss di babak 16 besar sempat mengejutkan dunia sepak bola. Namun banyak pengamat memahami alasan di balik keputusan tersebut karena Portugal saat itu terlihat lebih dinamis ketika mengandalkan pemain-pemain yang lebih muda.

Banyak orang mengira momen tersebut akan menjadi awal era baru tanpa Ronaldo. Apalagi setelah Piala Dunia 2022 berakhir, sang megabintang meninggalkan Eropa dan memilih bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Nassr.

Namun kenyataan berjalan berbeda. Tidak ada pengumuman pensiun dari tim nasional dan tidak ada pergantian generasi seperti yang diprediksi banyak orang.

Roberto Martinez Tetap Percaya  

Ketika Roberto Martinez mengambil alih kursi pelatih Portugal menggantikan Fernando Santos, sebagian besar pengamat memperkirakan perubahan besar akan terjadi. Akan tetapi, pelatih asal Spanyol tersebut justru mempertahankan pendekatan yang berbeda terhadap Ronaldo.

Alih-alih mengurangi peran sang kapten, Martinez terus memasukkannya ke dalam skuad dan tetap menjadikannya pilihan utama. Bahkan hingga Piala Dunia 2026, Ronaldo masih menjadi penyerang utama Portugal meski usianya telah melewati empat dekade.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Martinez berulang kali menggunakan statistik untuk membela pilihannya. Menurut dia, pemain yang masih mampu mencetak puluhan gol setiap musim tetap layak mendapatkan tempat di tim nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Martinez menegaskan bahwa angka tidak pernah berbohong. Baginya, produktivitas Ronaldo di level klub maupun tim nasional masih menunjukkan bahwa sang pemain mampu memberikan kontribusi nyata.

Pendekatan itu membuat Martinez sering mendapat kritik sekaligus dukungan. Sebagian orang menilai ia terlalu bergantung pada nama besar Ronaldo, sementara yang lain percaya pengalaman dan insting mencetak gol sang legenda tetap menjadi aset berharga.

Statistik Cristiano Ronaldo Masih Mengesankan

Jika hanya melihat angka, argumen Martinez memang cukup kuat. Bersama Portugal, Cristiano Ronaldo mencetak 25 gol dalam 30 pertandingan internasional terakhir sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Di level klub, performanya bersama Al Nassr juga masih terlihat impresif. Pada musim 2024-2025, Ronaldo mencetak 30 gol dalam 37 pertandingan di semua kompetisi.

Musim sebelumnya bahkan lebih produktif lagi. Ia membukukan 35 gol dalam 41 pertandingan dan menjadi salah satu pencetak gol paling tajam di Liga Pro Saudi.

Selain itu, Ronaldo juga berperan penting ketika Portugal menjuarai UEFA Nations League. Ia mencetak gol pada semifinal melawan Jerman dan kembali menyumbang gol pada partai final menghadapi Spanyol.

Data-data tersebut menjadi alasan utama mengapa Martinez tetap mempertahankan kepercayaannya. Dari sudut pandang pelatih, sulit mengabaikan pemain yang terus mencetak gol secara konsisten.

Kritik Semakin Keras

Meski statistiknya mengesankan, kritik terhadap Ronaldo tidak pernah benar-benar berhenti. Banyak pengamat menilai produktivitas di Liga Pro Saudi tidak bisa disamakan dengan kompetisi elite Eropa seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, atau Liga Champions.

Kritik semakin keras karena Ronaldo belum mencetak gol dari permainan terbuka di turnamen besar sejak Euro 2021. Catatan tersebut menjadi bahan perdebatan yang terus digunakan oleh para pengkritiknya.

Saat menghadapi Kongo DR, Ronaldo hanya mencatat 29 sentuhan sepanjang pertandingan. Ia juga melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun yang mengarah tepat ke gawang lawan.

Penampilan tersebut membuat mantan penyerang Arsenal, Thierry Henry, memberikan kritik terbuka. Menurut Henry, dalam satu situasi Ronaldo lebih memilih menembak sendiri dibanding memberikan umpan kepada Bruno Fernandes yang berada dalam posisi lebih baik.

Henry menilai Portugal membutuhkan gol dari tim, bukan sekadar gol dari seorang pemain. Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi panjang di berbagai media Eropa.

Kritik tidak hanya datang dari Henry. Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, bahkan menyampaikan komentar yang lebih tajam.

Menurut Scholes, satu-satunya posisi yang masih ideal untuk pemain berusia 41 tahun sebagai starter di turnamen besar adalah penjaga gawang. Pernyataan tersebut langsung menjadi salah satu kutipan paling banyak dibahas setelah pertandingan Portugal melawan Kongo DR.

Di Portugal sendiri, opini publik mulai terbelah menjadi dua kelompok besar. Sebagian tetap menganggap Ronaldo sebagai pemain yang pantas memimpin tim nasional karena pengalaman dan pengaruhnya di ruang ganti.

Namun sebagian lainnya percaya Portugal memiliki cukup banyak talenta muda untuk memulai era baru. Mereka menilai keberadaan Ronaldo sebagai starter justru berpotensi menghambat perkembangan pemain lain.

Perdebatan itu semakin menarik karena Portugal saat ini memiliki salah satu skuad paling lengkap dalam sejarah mereka.

Portugal Pantas Juara Dunia

Terlepas dari kontroversi mengenai Ronaldo, banyak analis menilai Portugal merupakan salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Kualitas pemain yang dimiliki Selecao dinilai cukup untuk bersaing dengan Spanyol, Prancis, Brasil, maupun Argentina.

Di lini tengah, Portugal memiliki kombinasi luar biasa melalui Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, dan Bernardo Silva.

Sementara di lini belakang terdapat pemain-pemain berpengalaman seperti Rúben Dias dan Diogo Dalot yang tampil konsisten di level klub maupun internasional.

Banyak pengamat bahkan menyebut Portugal memiliki kedalaman skuad terbaik mereka sejak generasi emas yang menjuarai Euro 2016.

Karena itu, kekhawatiran terbesar bukan terletak pada kualitas tim. Yang menjadi perhatian adalah apakah perdebatan mengenai Ronaldo akan mengganggu fokus skuad dalam mengejar gelar juara dunia pertama dalam sejarah negara tersebut.

Portugal kini bersiap menghadapi Uzbekistan pada pertandingan berikutnya di Houston. Laga tersebut dipandang sebagai kesempatan penting bagi Ronaldo untuk membungkam kritik yang terus berdatangan.

Jika berhasil mencetak gol dan membawa Portugal meraih kemenangan, tekanan terhadap dirinya kemungkinan akan berkurang. Namun jika kembali tampil kurang meyakinkan, perdebatan mengenai statusnya sebagai starter dipastikan semakin besar.

Situasi ini menempatkan Roberto Martinez dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, ia memiliki pemain dengan pengalaman dan reputasi luar biasa. Di sisi lain, ia juga harus memastikan keputusan yang diambil benar-benar menguntungkan tim secara keseluruhan.

Pada akhirnya, hanya hasil di lapangan yang mampu mengakhiri perdebatan tersebut. Jika Ronaldo kembali mencetak gol dan membantu Portugal melangkah jauh, semua kritik kemungkinan akan mereda dengan sendirinya.

Namun jika Portugal tersandung sementara sang kapten terus kesulitan memberikan kontribusi nyata, pertanyaan yang sudah muncul sejak Qatar 2022 akan kembali terdengar lebih keras. Mengapa Cristiano Ronaldo masih menjadi starter?

Mohamed Salah

Mohamed Salah dan Lima Gol yang Mengubah Sejarah Mesir

22 Jun 2026
Cristiano Ronaldo

Banjir Kritik, Mengapa Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Starter Timnas Portugal di Piala Dunia 2026?

22 Jun 2026
Alex Freemann

Sempat Ditolak Seleksi Akademi, Alex Freeman Kini Jadi Pahlawan Amerika di Piala Dunia 2026

22 Jun 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.