Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Arsenal Juara Lagi? 5 Ujian Berat Arteta untuk Pertahankan Liga Inggris

Arsenal Juara Lagi? 5 Ujian Berat Arteta untuk Pertahankan Liga Inggris

  • Agustus 19, 2026

Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, Arsenal memasuki musim Premier League sebagai juara bertahan setelah mengakhiri penantian panjang pada 2025/26. Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena Mikel Arteta harus membuktikan gelar itu bukan puncak sesaat, melainkan awal dominasi baru. 

Kepercayaan diri meningkat setelah Arsenal menghantam Manchester City 3-0 pada Community Shield di Cardiff, kemenangan dengan margin terbesar mereka di ajang itu sejak skor identik pada 2014. Meski demikian, laga pembuka musim tetap tak boleh dijadikan jaminan mutlak. 

Catatan historis bahkan memberi peringatan karena hanya satu dari 15 pemenang Community Shield sebelumnya yang kemudian menjadi juara Premier League pada musim sama. Namun, cara Arsenal menekan, mengontrol permainan, dan mematikan City membuat kemenangan tersebut terasa lebih bermakna. 

Enzo Maresca menjalani pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Manchester City, sedangkan Arsenal terlihat lebih tajam, kompak, dan matang secara struktur. Stabilitas inilah yang membuat Arsenal memasuki 2026/27 dengan fondasi berbeda dibanding banyak rival langsungnya. 

Dilansir Opta Analyst dalam analisis yang terbit 18 Agustus 2026, ada lima pertanyaan besar yang akan menentukan kemampuan sang juara mempertahankan trofi. Arsenal juga akan membuka Premier League pada Jumat melawan tim promosi Coventry City di kandang sendiri.  

Arsenal Punya Keuntungan Besar dari Stabilitas

Musim ini menjadi periode pertama sejak era Premier League dimulai pada 1992 tanpa Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Jose Mourinho, Jurgen Klopp, maupun Pep Guardiola. Pergantian generasi di bangku pelatih tersebut menciptakan lanskap yang sangat berbeda bagi Arsenal dalam persaingan papan atas. 

Sebanyak sembilan klub mengganti pelatih selama musim panas, sehingga hampir separuh peserta memulai kompetisi dengan kepemimpinan baru yang bisa menguntungkan Arsenal. Jumlah sembilan pelatih yang menjalani laga liga pertama bersama klub pada pekan pembuka merupakan yang terbanyak di kasta tertinggi sejak 1946/47.  

Di antara penantang realistis Arsenal, hanya Michael Carrick di Manchester United dan Unai Emery di Aston Villa yang sudah menjabat sebelum musim panas ini. Keduanya tetap dianggap outsider, dengan peluang juara versi superkomputer Opta masing-masing 6,2 persen dan 4,8 persen.  

Arteta kini menjadi pelatih dengan masa kerja terpanjang di Premier League setelah enam tahun membangun proyek yang akhirnya menghasilkan gelar. Kontinuitas itu memberikan keuntungan karena pola bermain, hierarki ruang ganti, serta tuntutan taktikal sudah tertanam kuat dalam skuad.  

Pada Community Shield, sekitar 74 persen menit bermain Arsenal diisi pemain berusia 24 sampai 29 tahun, rentang yang umum dianggap masa puncak performa. David Raya menjadi satu-satunya pemain berusia di atas 30 tahun yang turun dalam pertandingan tersebut.  

Data prakompetisi memperkuat status favorit karena superkomputer Opta memberikan peluang 38,0 persen bagi Arsenal untuk mempertahankan gelar setelah sepuluh ribu simulasi. Manchester City berada di posisi berikutnya dengan 20,5 persen, sementara Liverpool hanya memperoleh kemungkinan 9,2 persen. 

Seberapa Sulit Arsenal Mempertahankan Premier League?

Bagi Arsenal, mempertahankan gelar tetap menjadi pekerjaan langka meskipun era Pep Guardiola membuat pencapaian itu terlihat lebih biasa. Manchester City merebut enam dari tujuh gelar antara 2017/18 sampai 2023/24 dan empat kali berhasil menjaga mahkota pada musim berikutnya. 

Dalam konteks Arsenal, sebelum gelar pertama Guardiola, trofi Premier League berpindah tangan dalam delapan musim beruntun, sedangkan Manchester United terakhir mempertahankannya pada 2009 sebagai bagian tiga gelar berturut-turut. Sebelum Guardiola, hanya Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho yang pernah melakukannya.  

Sejarah juga belum ramah kepada Arsenal karena terakhir kali klub London utara mempertahankan gelar kasta tertinggi terjadi pada 1935. Saat itu mereka menjadi klub kedua dalam sejarah sepak bola Inggris yang mampu meraih tiga kejuaraan liga secara beruntun.  

Tekanan mengakhiri puasa gelar memang sudah terangkat, tetapi tantangan psikologis kini berubah menjadi menjaga standar setelah berada di puncak. Jika berhasil, Arteta akan masuk kelompok kecil pelatih yang mampu membangun tim juara sekaligus mempertahankan gelar Premier League. 

Arsenal Harus Bertahan Tanpa Saliba dan Timber

Fondasi gelar Arsenal musim lalu berasal dari pertahanan yang luar biasa kuat dengan hanya 27 gol kebobolan, delapan lebih sedikit dibanding klub lain. Angka dasarnya juga impresif karena The Gunners hanya membiarkan 28,3 expected goals sepanjang kampanye domestik.  

Rata-rata 0,74 expected goals kebobolan per pertandingan merupakan angka terendah keempat yang tercatat di Premier League sejak pencatatan data 2012/13. Catatan Arsenal tersebut bahkan menjadi yang terbaik di antara klub lima liga top Eropa pada musim 2025/26.  

Masalahnya, William Saliba diperkirakan absen cukup panjang setelah masalah punggung yang dibawanya selama Piala Dunia dan kini menjalani rehabilitasi. Arsenal juga harus memulai musim tanpa Jurrien Timber yang memulihkan cedera pangkal paha setelah menjalani operasi.  

Bagi Arsenal, Timber sempat kembali pada final Liga Champions sebelum kemudian melewatkan Piala Dunia, sedangkan Saliba menghadapi proses pemulihan lebih panjang. Ben White dan Cristhian Mosquera tersedia sebagai alternatif, tetapi keduanya tidak sepenuhnya menawarkan karakter identik dengan dua pemain tersebut.  

Data sejak debut Saliba pada 2022 menunjukkan pentingnya bek Prancis itu karena persentase kemenangan liga turun dari 68,7 menjadi 47,6 ketika ia absen. Artinya, sedikit regresi pertahanan bisa langsung mengubah margin kesalahan Arsenal dalam perburuan gelar yang panjang.  )

Arsenal Masih Sangat Bergantung kepada Bola Mati

Kekuatan lain Arsenal musim lalu datang dari bola mati, sektor yang menghasilkan 19 gol melalui sepak pojok dan menciptakan rekor baru Premier League. Mereka menambahkan sepuluh gol lain dari situasi bola mati, terdiri atas empat tendangan bebas, empat penalti, dan dua lemparan ke dalam.  

Total 29 gol bola mati Arsenal menjadi yang tertinggi di kompetisi, sementara selisih expected goals dari situasi tersebut mencapai plus 14,1. Angka itu lebih baik 5,1 daripada Brentford sebagai tim peringkat kedua, menunjukkan dominasi besar di kedua kotak penalti. 

Kedatangan Christos Tzolis menambah variasi karena delapan dari 23 assist-nya di liga Belgia musim lalu berasal dari situasi bola mati. Persentasenya mencapai 34,7 persen, tertinggi kelima di antara pemain dengan sedikitnya lima assist dalam kompetisi tersebut. 

Winger Yunani itu juga sudah memperlihatkan kualitas umpan melengkung dari sisi kiri dan mencatat assist melalui sepak pojok pada laga pramusim menghadapi Real Betis. Arsenal kini memiliki pengirim bola tambahan yang bisa mempertahankan ancaman set-piece sepanjang musim. 

Namun, bagi Arsenal arahan baru wasit berpotensi mengurangi keunggulan tersebut karena pelanggaran berupa menahan dan bergulat saat bola mati akan ditafsirkan lebih ketat. VAR juga diuji untuk meninjau insiden sebelum eksekusi apabila berujung langsung pada gol, penalti, atau hukuman disiplin.  

Apakah Lini Serang Arsenal Sudah Cukup Tajam?

Sisi menyerang Arsenal justru menjadi area yang menimbulkan pertanyaan karena sang juara hanya mencetak 71 gol sepanjang Premier League 2025/26. Dalam 33 musim kompetisi yang telah selesai, hanya empat juara Premier League yang pernah mencetak gol lebih sedikit.  

Ketergantungan terhadap Bukayo Saka masih terlihat jelas meskipun menit bermainnya terganggu cedera dalam beberapa musim terakhir. Sebanyak 42,5 persen peluang open play tim datang dari sisi kanan, proporsi tertinggi di liga dan menunjukkan pola serangan terlalu berat ke satu sektor.  

Leandro Trossard menawarkan kecerdasan posisi dan Gabriel Martinelli memiliki kecepatan, tetapi keduanya belum konsisten memberi pengaruh setara Saka. Arsenal sempat gagal mendapatkan Morgan Rogers maupun Vinicius Junior sebelum memilih transfer lebih terukur dengan mendatangkan Tzolis. 

Awal Tzolis cukup menjanjikan karena menghasilkan satu gol dan empat assist dari empat penampilan pramusim pertamanya, meski pengalaman Premier League masih menjadi tanda tanya. Ia diperkirakan berbagi menit dengan Martinelli untuk meningkatkan produktivitas dari sayap kiri. 

Di posisi penyerang tengah, Viktor Gyokeres dan Kai Havertz kembali menjadi pilihan utama tanpa tambahan besar lain di lini depan. Gyokeres menjalani musim debut cukup baik, tetapi sebelas gol nonpenaltinya masih kalah dibanding tujuh pemain lain di Premier League.  

Perbaikan serangan juga bisa datang melalui ketersediaan pemain karena Martin Odegaard, Saka, dan Havertz banyak kehilangan pertandingan pada musim lalu. Odegaard hanya memainkan 35 persen menit liga yang tersedia, sementara Saka berada di angka 57 persen.  

Jika para kreator utama lebih sehat, Arsenal berpotensi menaikkan kapasitas serang tanpa harus melakukan belanja besar tambahan. Kondisi tersebut penting karena kualitas peluang dan variasi serangan bisa menjadi penyeimbang apabila lini pertahanan mengalami penurunan statistik dibanding musim juara.  

Bruno Guimaraes Bisa Menjadi Pembeda Arsenal

Pendekatan transfer mereka memang mengutamakan kualitas daripada kuantitas, dengan Bruno Guimaraes menjadi penambahan besar untuk lini tengah. Eks Newcastle itu membawa fisik, teknik, dan kontribusi menyerang sekaligus mengurangi beban Declan Rice dalam jadwal panjang empat kompetisi. 

Guimaraes memimpin seluruh pemain Premier League musim lalu dalam duel yang dimenangi dengan 6,1 per 90 menit dan tekel sukses 1,6 per 90 menit. Kehadirannya memberi Arteta lebih banyak fleksibilitas untuk mengatur intensitas, pressing, serta rotasi lini tengah.  

Secara keseluruhan, peluang mempertahankan trofi tetap terbuka besar karena Arsenal mempunyai skuad paling stabil dan pelatih paling mapan ketika banyak rival memulai proyek baru. Namun, cedera Saliba, ketergantungan bola mati, dan produktivitas serangan akan menjadi tiga ujian paling menentukan.  

Jika sektor pertahanan bertahan cukup dekat dengan standar musim lalu dan lini depan menjadi lebih seimbang, Arsenal memiliki struktur untuk kembali finis pertama. Setelah menunggu sejak 1935 untuk mempertahankan gelar liga, musim 2026/27 menjadi kesempatan langka mengubah satu gelar menjadi sebuah era. 

Arsenal Juara Lagi? 5 Ujian Berat Arteta untuk Pertahankan Liga Inggris

19 Agu 2026

Bocoran Line Up Klub Besar Liga Inggris 2026/27, Tim Mana Paling Siap?

19 Agu 2026

Barcelona Sudah Juara Dua Kali, Rodri Resmi Bergabung: Apakah La Liga Akan Semakin Tak Seimbang?

19 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.