Close Menu
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Togel Hari ini
    • Keluaran Lengkap (Racik)
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Togel Hari ini
    • Keluaran Lengkap (Racik)
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
Home - Olahraga - Lionel Messi Pensiun dari Argentina, Hari Tersedih Sang Legenda Setelah 21 Tahun Bersama Albiceleste

Lionel Messi Pensiun dari Argentina, Hari Tersedih Sang Legenda Setelah 21 Tahun Bersama Albiceleste

  • Oktober 7, 2026

Lionel Messi pensiun dari Argentina dengan cara yang hampir sempurna di atas lapangan, tetapi meninggalkan luka emosional mendalam bagi pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadikan kostum Albiceleste sebagai bagian penting perjalanan hidupnya.

Kapten berusia 39 tahun itu mencetak satu gol dan membuat dua assist ketika Argentina mengalahkan Benin 3-0 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa, 6 Oktober 2026 waktu setempat.

Kemenangan tersebut sebenarnya hanya menjadi bagian kecil dari sebuah malam yang sepenuhnya didedikasikan untuk pemain berjuluk La Pulga ini, karena lebih dari 85.000 penonton datang menyaksikan penampilan terakhir pemain terbesar dalam sejarah Timnas Argentina tersebut.

Messi meninggalkan lapangan internasional setelah mencatatkan 208 penampilan dan 126 gol bersama Argentina, dua rekor nasional yang semakin memperjelas betapa besar pengaruhnya sejak menjalani debut senior lebih dari dua dekade sebelumnya.

Hari yang Disebut Paling Menyedihkan

Keputusannya pensiun dari Argentina tidak membuat malam perpisahan kehilangan unsur kompetitif, sebab pemain Inter Miami itu masih menunjukkan kemampuan menentukan pertandingan lewat kreativitas, visi bermain, dan ketenangan yang selama bertahun-tahun menjadi identitasnya.

Argentina sempat kesulitan membongkar pertahanan Benin sepanjang babak pertama sebelum Nicolás Otamendi membuka keunggulan pada menit ke-48, memanfaatkan umpan Messi dari skema sepak pojok yang akhirnya memecahkan kebuntuan tuan rumah.

Messi kembali menjadi kreator ketika memberikan assist kepada Nico Paz pada menit ke-61, sebelum dirinya mengambil giliran mencetak gol melalui penalti sekitar sepuluh menit kemudian untuk membawa Argentina unggul tiga gol.

Gol tersebut menjadi gol internasional ke-126 dirinya sekaligus gol terakhirnya bersama Albiceleste, sebuah penutup yang terasa simbolis karena sang kapten masih terlibat langsung dalam seluruh gol Argentina pada pertandingan terakhir karier internasionalnya.

Namun, angka di papan skor kemudian kehilangan arti ketika pertandingan berakhir dan Lionel Messi pensiun dari Argentina benar-benar menjadi kenyataan, setelah pemain kelahiran Rosario tersebut berdiri di tengah lapangan untuk menyampaikan pesan terakhir kepada pendukung.

Dalam pidato perpisahannya, Messi menggambarkan momen tersebut sebagai “saddest day of my career”, sebuah kalimat pendek yang menunjukkan beratnya keputusan mengakhiri hubungan panjang antara dirinya, seragam Argentina, rekan setim, dan jutaan pendukung Albiceleste.

Dia mengatakan membela seragam Argentina selama lebih dari 20 tahun merupakan sumber kebanggaan sangat besar, terutama karena perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus dan pernah membawanya melewati berbagai kegagalan menyakitkan sebelum mencapai puncak.

Ia menegaskan dirinya tidak pernah berhenti berjuang meski menghadapi masa-masa sulit, sebuah refleksi penting karena hubungan Messi dengan Timnas Argentina memang pernah bergerak dari tekanan luar biasa menuju penerimaan dan penghormatan yang nyaris tanpa batas.

Setelah Perjalanan Penuh Luka dan Gelar

Lionel Messi pensiun dari Argentina setelah menjalani perjalanan internasional yang sangat berbeda dengan karier klubnya, sebab kesuksesan bersama Barcelona datang lebih cepat sementara penantian meraih trofi bersama negara berlangsung panjang dan sering menyisakan kritik.

Debut Messi bersama Argentina bahkan berakhir dramatis ketika dirinya mendapat kartu merah tidak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti menghadapi Hungaria pada 2005, sebelum perlahan menjelma menjadi pusat permainan Albiceleste selama dua dekade berikutnya.

Berbagai kegagalan di Copa América dan Piala Dunia kemudian menciptakan tekanan besar, terutama karena Messi terus dibandingkan dengan Diego Maradona, figur yang sebelumnya membawa Argentina menjadi juara dunia pada 1986.

Situasi mencapai titik paling rumit setelah kekalahan dari Chile pada final Copa América Centenario 2016, ketika Messi sempat mengumumkan pengunduran diri dari tim nasional sebelum membatalkan keputusan tersebut dan kembali memperjuangkan ambisi bersama Argentina.

Kesabaran itu akhirnya terbayar saat Messi membawa Argentina menjuarai Copa América 2021, keberhasilan yang mengakhiri penantian panjang sang kapten terhadap trofi senior internasional sekaligus mengubah banyak persepsi publik terhadap perjalanan nasionalnya.

Argentina kemudian memenangkan Finalissima 2022 sebelum mencapai puncak terbesar di Piala Dunia Qatar, ketika Messi memimpin Albiceleste menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti dalam final yang berlangsung dramatis.

Messi kembali meraih Copa América sebelum mencoba mempertahankan status juara dunia pada Piala Dunia 2026, turnamen yang akhirnya menjadi kompetisi besar terakhirnya dan kemudian ikut memengaruhi keputusan untuk meninggalkan sepak bola internasional.

Karena itu, Lionel Messi pensiun dari Argentina bukan setelah penurunan besar atau kehilangan tempat di tim utama, melainkan ketika dirinya masih mampu menjadi pembeda dan membawa negaranya mencapai pertandingan terbesar dalam sepak bola internasional.

Piala Dunia 2026 Jadi Titik Penentu Lionel Messi Pensiun dari Argentina

Messi mengakui Piala Dunia 2026 menguras kondisi fisik dan emosionalnya secara luar biasa, terutama karena Argentina mampu melangkah hingga final dan hanya berjarak sangat tipis dari kesempatan mempertahankan gelar juara dunia.

Perjalanan Argentina menuju final mencakup kemenangan 2-1 atas Inggris pada semifinal tanggal 15 Juli di Atlanta, pertandingan berintensitas tinggi yang menurut Messi memberikan dampak fisik sekaligus emosional sangat besar terhadap skuad Albiceleste.

Argentina kemudian menghadapi Spanyol dalam final di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli 2026, tetapi perjalanan mempertahankan gelar berakhir setelah mereka kalah 0-1 melalui perpanjangan waktu.

Menurut catatan resmi FIFA, gol tunggal dalam pertandingan tersebut memastikan Spanyol menjadi juara dunia, sementara Argentina harus menerima posisi runner-up empat tahun setelah Messi mengangkat trofi paling bergengsi itu di Qatar.

Messi mengatakan dirinya dan Argentina datang ke final dengan kondisi yang sudah terkuras setelah pertandingan sebelumnya, tetapi mereka tetap berjuang sebagaimana yang selalu dilakukan setiap kali mengenakan seragam biru-putih.

Kegagalan mempertahankan gelar tidak membuat Messi memandang Piala Dunia terakhirnya sebagai penyesalan, karena Argentina tetap mampu mendekati mimpi menjadi juara dunia secara beruntun dan sekali lagi membuktikan daya saing mereka.

Justru pengalaman emosional sepanjang turnamen tersebut membuat Lionel Messi pensiun dari Argentina terasa sebagai keputusan yang telah melalui pertimbangan matang, meskipun keinginannya untuk terus berada bersama tim nasional sebenarnya belum pernah menghilang.

FIFA sebelumnya telah mengonfirmasi pertandingan melawan Benin sebagai penampilan perpisahan Messi, setelah Federasi Sepak Bola Argentina memberikan kesempatan kepada kapten mereka mengakhiri perjalanan internasional di depan pendukung sendiri di Buenos Aires.

Perpisahan Lionel Messi di Monumental Penuh Simbol dan Emosi

Stadion Monumental menjadi tempat yang sangat tepat untuk menyaksikan Lionel Messi pensiun dari Argentina, karena arena tersebut juga menjadi lokasi berbagai pertandingan penting Albiceleste dan pesta kepulangan mereka setelah memenangkan Piala Dunia 2022.

Sebelum pertandingan dimulai, Messi sudah terlihat emosional ketika bus tim melewati kerumunan pendukung, sementara sebuah kostum raksasa Argentina dengan nomor 10 dan pesan terima kasih dibentangkan di lapangan sebagai bentuk penghormatan.

Messi memasuki lapangan bersama ketiga anaknya, Thiago, Mateo, dan Ciro, sedangkan istrinya Antonela Roccuzzo serta sang ibu Celia Cuccittini menyaksikan dari tribun dalam malam yang dibangun sebagai pesta perpisahan nasional.

Pada menit ke-10 pertandingan, aktivitas di lapangan sempat berhenti untuk memberikan ruang kepada sekitar 85.000 penonton melakukan penghormatan terhadap pemain nomor 10 tersebut, mempertegas bahwa pertandingan malam itu memiliki arti jauh melampaui hasil akhir.

Perayaan juga dilengkapi pertunjukan drone yang membentuk figur Messi di atas stadion, sementara berbagai penghormatan dari pemain, keluarga, mantan rekan setim, dan pendukung membuat suasana Monumental berubah menjadi perayaan perjalanan satu generasi sepak bola Argentina.

Bek senior Nicolás Otamendi juga menjalani pertandingan internasional terakhirnya, membuat kemenangan atas Benin sekaligus menjadi penutup bagi dua pemain berpengalaman yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting ruang ganti Albiceleste.

Warisan yang Sulit Ditandingi

Ketika Lionel Messi pensiun dari Argentina, warisan paling jelas yang ditinggalkannya bukan hanya jumlah pertandingan atau gol, melainkan perubahan hubungan antara dirinya dengan negara yang pernah mempertanyakan kemampuannya mereplikasi kesuksesan klub bersama tim nasional.

Messi kini pergi sebagai pemain dengan penampilan terbanyak Argentina dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Albiceleste, mengakhiri 21 tahun perjalanan internasional dengan angka 208 pertandingan serta 126 gol.

Lebih penting lagi, Messi meninggalkan tim nasional setelah memenangkan trofi yang selama bertahun-tahun menjadi sumber tekanan terbesar dalam kariernya, termasuk Copa América, Finalissima, dan Piala Dunia yang akhirnya mengubah keseluruhan narasi mengenai kiprahnya bersama Argentina.

Kesuksesan tersebut juga memberikan fondasi bagi generasi berikutnya seperti Nico Paz dan pemain muda Argentina lainnya, yang sekarang harus menjalani fase baru tanpa keberadaan nomor 10 sebagai pusat permainan dan pemimpin utama di lapangan.

Messi sendiri menegaskan dirinya akan berpindah posisi dari pemain menjadi pendukung, tetap memberikan dukungan kepada para pemain yang datang setelahnya dan berharap Argentina mempertahankan persatuan yang menjadi salah satu fondasi kesuksesan mereka.

Karena itu, Lionel Messi pensiun dari Argentina bukan sekadar kabar mengenai seorang pemain yang berhenti membela negaranya, tetapi penutupan salah satu hubungan paling panjang, rumit, dan akhirnya paling sukses dalam sejarah sepak bola modern.

Malam terakhir di Monumental memperlihatkan perubahan tersebut secara sempurna, dari seorang anak Rosario yang pernah dibebani perbandingan dengan Maradona menjadi kapten yang akhirnya mendapatkan penghormatan nasional tanpa menyisakan pertanyaan mengenai loyalitasnya.

Messi mengakui tidak lagi datang untuk bermain bersama Argentina akan terasa sangat menyakitkan, sekalipun dirinya memahami bahwa setelah perjalanan sepanjang 21 tahun dan tekanan besar Piala Dunia terakhir, waktunya memang telah tiba.

Pada akhirnya, Lionel Messi pensiun dari Argentina dengan cara yang sangat mencerminkan perjalanan kariernya sendiri, yakni penuh emosi, menentukan pertandingan, sekaligus meninggalkan jejak yang kemungkinan membutuhkan waktu sangat panjang sebelum mampu disamai pemain lain.

Skor 3-0 atas Benin mungkin perlahan hanya menjadi catatan statistik, tetapi gol ke-126, dua assist terakhir, 208 penampilan, dan tangisan Messi di Monumental akan tetap menjadi bagian dari penutupan sebuah era sepak bola Argentina.

PSV vs Feyenoord

Preview PSV vs Feyenoord: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Okt 2026
Udinese vs AC Milan

Preview Udinese vs AC Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Okt 2026
Lecce vs Juventus

Preview Lecce vs Juventus: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Okt 2026
X (Twitter)
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.