Nama Yassir Zabiri mulai menjadi perbincangan dalam bursa transfer sepak bola Eropa setelah menunjukkan ketajaman luar biasa bersama Racing Santander di Liga Spanyol. Penyerang berusia 21 tahun asal Maroko itu kini menarik perhatian sejumlah klub Liga Inggris berkat produktivitasnya.
Yassir Zabiri telah mencetak delapan gol dalam 11 pertandingan pertamanya di La Liga musim 2026/2027, sebuah pencapaian mengejutkan bagi pemain yang baru menjalani musim debutnya. Ketajamannya semakin mencolok karena Racing Santander merupakan tim promosi yang sedang berjuang menjauhi zona degradasi.
Produktivitas tersebut membawa Zabiri masuk empat besar daftar pencetak gol sementara Liga Spanyol, bersaing dengan pemain seperti Raphinha, Kylian Mbappe, dan Lamine Yamal. Situasi ini menjadikan namanya semakin diperhitungkan meskipun Racing belum memiliki kekuatan skuad setara Barcelona atau Real Madrid.
Perjalanan Zabiri menuju sorotan tersebut tidak berlangsung mudah karena sebelumnya ia justru kesulitan memperoleh kesempatan bermain bersama Rennes di Liga Prancis. Setelah hanya beberapa bulan berada di klub tersebut, peminjaman ke Racing Santander menjadi keputusan penting yang mengubah arah perkembangan kariernya.
Performa terbaru itu turut meningkatkan spekulasi mengenai masa depannya menjelang pembukaan bursa transfer Januari 2027, ketika sejumlah klub Liga Inggris mulai dikaitkan dengannya. Aston Villa dan Newcastle United disebut memantau situasinya, sedangkan Arsenal dan Manchester United dinilai berpotensi membutuhkan penyerang dengan karakter serupa.
Berdasarkan laporan GOAL, Zabiri dinilai sebagai salah satu talenta menyerang yang menarik untuk dipantau menjelang bursa transfer berikutnya. Namun, belum terdapat kepastian bahwa klub-klub tersebut telah mengajukan penawaran resmi kepada Rennes selaku pemilik kontraknya.
Yassir Zabiri Meledak di La Liga Setelah Kesulitan di Rennes
Racing Santander mendapatkan Zabiri melalui kesepakatan peminjaman dari Rennes setelah klub Prancis tersebut gagal memberinya kesempatan bermain secara reguler. Kepindahan itu memberikan peluang bagi penyerang muda Maroko tersebut untuk membangun kembali kepercayaan diri dalam lingkungan kompetisi berbeda.
Saat diperkenalkan sebagai pemain Racing, Zabiri menjelaskan bahwa karakter permainan klub menjadi alasan penting di balik keputusannya pindah ke Spanyol. Ia menilai pendekatan sepak bola yang mengutamakan kerja sama dan pergerakan antarpemain lebih sesuai dengan kemampuannya sebagai penyerang.
Direktur olahraga Racing, Chema Aragon, juga menunjukkan keyakinan bahwa Zabiri memiliki karakter yang dibutuhkan untuk memperkuat lini serang tim. Menurut Aragon, pemain tersebut mampu menemukan ruang kosong, bergerak cerdas, dan menyelesaikan peluang secara efektif ketika mendapat kesempatan.
Keyakinan tersebut terbukti ketika Zabiri menjalani pertandingan pertamanya sebagai starter melawan Elche pada 28 Agustus 2026 di Stadion El Sardinero. Ia langsung mencetak tiga gol dan membawa Racing meraih kemenangan dramatis 3-2 setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Gol pertama tercipta ketika Zabiri memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Elche, Matias Dituro, yang gagal menguasai bola dengan sempurna. Penyerang Maroko itu bereaksi cepat untuk merebut kesempatan dan membawa timnya unggul saat pertandingan baru berlangsung sekitar 15 menit.
Enam menit kemudian, Zabiri kembali mencetak gol setelah menerima umpan yang berubah arah dan menyelesaikannya melalui tendangan mendatar. Ia kemudian melengkapi hat-trick pada babak pertama lewat penyelesaian akrobatik yang membuat para penonton memberikan sambutan meriah.
Tiga gol tersebut langsung memperlihatkan kemampuan Zabiri memanfaatkan peluang dari situasi berbeda tanpa membutuhkan terlalu banyak sentuhan untuk menyelesaikan serangan. Ia juga menunjukkan keberanian mengambil keputusan cepat ketika berada dalam tekanan pemain bertahan lawan di kotak penalti.
Sejak penampilan tersebut, produktivitas Zabiri tidak langsung menurun karena ia terus mencetak gol dalam sejumlah pertandingan penting Racing Santander. Penyerang muda itu menjadi salah satu sumber gol utama klub yang sedang berupaya mempertahankan tempat di kasta tertinggi Spanyol.
Zabiri mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Alaves, kemudian menambah koleksinya ketika Racing menghadapi Barcelona, Valencia, dan Espanyol. Salah satu gol pentingnya terjadi pada menit ke-84 melawan Espanyol yang memastikan kemenangan 2-1 bagi tim asuhan Jose Alberto Lopez.
Dengan delapan gol dalam 11 pertandingan, Zabiri sudah mendekati target pribadinya untuk mencetak setidaknya 10 gol sepanjang musim bersama Racing. Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan pesat dibandingkan masa sebelumnya ketika ia kesulitan mendapatkan menit bermain di Ligue 1.
Dari Akademi Maroko hingga Menjadi Juara Dunia U-20
Sebelum namanya dikenal di Liga Spanyol, Yassir Zabiri memulai perjalanan sepak bola melalui pembinaan usia muda di tanah kelahirannya. Ia terlebih dahulu bergabung dengan KAC Marrakech sebelum melanjutkan perkembangan di Akademi Mohammed VI yang dikenal menghasilkan banyak pemain berkualitas.
Akademi tersebut memiliki reputasi penting dalam pengembangan sepak bola Maroko karena menyediakan fasilitas latihan, pendidikan, dan pembinaan pemain muda secara terstruktur. Sejumlah pemain internasional seperti Nayef Aguerd, Youssef En-Nesyri, dan Azzedine Ounahi juga memiliki hubungan dengan lembaga tersebut.
Zabiri meninggalkan akademi pada usia 18 tahun dan melanjutkan karier profesional bersama Union Touarga di kompetisi kasta tertinggi Maroko. Ia menjalani debut senior pada Januari 2024 dan memperlihatkan kemampuan mencetak gol serta kecerdasan bergerak ketika menghadapi pemain bertahan.
Penampilan tersebut menarik perhatian Famalicao yang kemudian mendatangkannya ke Portugal menjelang musim 2024/2025 dengan biaya transfer sekitar 600 ribu euro. Kepindahan itu menjadi langkah awal Zabiri memasuki sepak bola Eropa setelah menjalani masa pembinaan bersama klub dan akademi Maroko.
Namun, perjalanan awal di Portugal juga tidak sepenuhnya lancar karena Zabiri harus membagi waktu antara skuad U-23 dan tim senior. Cedera otot turut menghambat perkembangannya, sementara pelatih Hugo Oliveira memilih memberikan kesempatan bermain secara bertahap agar sang penyerang tidak terbebani.
Kesempatan besar justru datang melalui tim nasional Maroko U-20 yang memanggilnya untuk mengikuti Piala Dunia U-20 di Chile pada 2025. Turnamen tersebut kemudian menjadi titik balik ketika Zabiri berkembang menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam perjalanan bersejarah negaranya.
Maroko berhasil mencapai final setelah menyingkirkan Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Prancis dalam perjalanan menuju pertandingan puncak melawan Argentina. Kesuksesan tersebut menunjukkan perkembangan sepak bola usia muda Maroko yang semakin mampu bersaing menghadapi negara dengan tradisi sepak bola kuat.
Dalam pertandingan final pada 19 Oktober 2025, Zabiri mencetak dua gol untuk membawa Maroko mengalahkan Argentina dengan skor 2-0. Gol pertamanya tercipta melalui tendangan bebas akurat, sedangkan gol kedua berasal dari penyelesaian cepat setelah menerima umpan silang Othmane Maamma.
Dua gol tersebut memastikan Maroko meraih gelar Piala Dunia U-20 untuk pertama kalinya sekaligus menjadikannya negara Afrika kedua yang memenangkan kompetisi itu setelah Ghana. Zabiri juga mengakhiri turnamen dengan lima gol dan meraih penghargaan Sepatu Emas bersama pencetak gol terbanyak lainnya.
Keberhasilan itu semakin lengkap ketika Zabiri memperoleh Bola Perak sebagai pemain terbaik kedua turnamen, sementara Othmane Maamma memenangkan Bola Emas. Prestasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan yang muncul dari sistem pembinaan sepak bola Maroko.
Sepulang dari Piala Dunia U-20, Zabiri mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak bersama Famalicao dan mulai memperlihatkan konsistensi di level klub. Ia mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan sebagai starter antara November hingga Januari, membuat perhatian klub Eropa semakin meningkat.
Transfer Mahal ke Rennes Berujung Minim Menit Bermain
Perkembangan cepat Zabiri membuat Rennes bersedia mengeluarkan dana sekitar 12 juta euro untuk merekrutnya pada bursa transfer musim dingin 2026. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan biaya yang sebelumnya dibayarkan Famalicao ketika mendatangkannya dari Maroko sekitar satu setengah tahun sebelumnya.
Direktur olahraga Rennes, Loic Desire, saat itu menilai Zabiri memiliki kualitas pergerakan, kemampuan membaca permainan, dan ketenangan menyelesaikan peluang. Klub Prancis tersebut berharap kedatangannya dapat menambah kekuatan serangan sekaligus menjadi investasi penting bagi masa depan tim.
Namun, situasi berubah ketika pelatih Habib Beye meninggalkan jabatannya tidak lama setelah perekrutan Zabiri selesai, kemudian digantikan Franck Haise. Pergantian tersebut membuat penyerang Maroko itu harus menyesuaikan diri dengan pendekatan taktik baru yang berbeda dari rencana awal.
Haise lebih mengutamakan kekuatan fisik dan permainan langsung, dengan Esteban Lepaul serta Breel Embolo menjadi pilihan utama di lini depan. Akibatnya, kesempatan Zabiri semakin terbatas meskipun sebelumnya direkrut dengan biaya transfer yang cukup besar untuk ukuran pemain muda.
Dalam enam penampilannya sebagai pemain pengganti, Zabiri hanya sekali memperoleh waktu bermain lebih dari sembilan menit sepanjang periode akhir musim tersebut. Ia juga tidak pernah menjadi starter dalam 14 pertandingan terakhir Rennes di Ligue 1, membuat perkembangannya praktis terhenti.
Kedatangan Eliezer Mayenda dari Sunderland pada musim panas berikutnya semakin memperketat persaingan untuk mendapatkan tempat dalam susunan pemain Rennes. Kondisi tersebut mendorong klub mencari solusi peminjaman, sementara Zabiri membutuhkan lingkungan baru untuk memperoleh kesempatan bermain lebih banyak.
Racing Santander kemudian muncul sebagai pilihan menarik karena menawarkan peran yang lebih jelas dalam struktur serangan dan kesempatan bermain reguler. Dengan kontrak Rennes yang masih berlaku hingga 2029, kesepakatan peminjaman menjadi jalan tengah tanpa harus memutus hubungan kedua pihak.
Zabiri tidak secara terbuka menyalahkan pelatih Rennes atas kesulitan yang dialaminya, tetapi mengakui adanya perbedaan karakter permainan antara Prancis dan Spanyol. Ia merasa lebih nyaman ketika terlibat dalam permainan kolektif daripada menghadapi pertandingan yang terlalu mengandalkan duel individu.
Ketajaman Yassir Zabiri Membuat Klub Liga Inggris Mulai Melirik
Performa Zabiri bersama Racing Santander memberikan alasan bagi sejumlah klub untuk memasukkannya dalam daftar pemain yang perlu diamati menjelang bursa transfer. Dalam 11 penampilan La Liga, ia menghasilkan delapan gol meskipun timnya tidak termasuk kesebelasan dengan produktivitas serangan tertinggi.
Catatan tersebut semakin menarik jika dibandingkan dengan angka gol harapan atau expected goals yang berada di kisaran 4,8 sepanjang periode tersebut. Artinya, Zabiri mencetak lebih banyak gol daripada jumlah yang diperkirakan dari kualitas peluang yang diperolehnya berdasarkan model statistik.
Meski begitu, selisih antara gol aktual dan angka harapan tidak otomatis menjamin ketajaman serupa akan bertahan sepanjang musim yang panjang. Produktivitas tinggi tetap membutuhkan pengamatan berkelanjutan karena dipengaruhi kualitas lawan, jumlah peluang, keputusan penyelesaian, dan kondisi fisik pemain.
Dari sisi kemampuan, Zabiri memiliki karakter penyerang yang mampu bergerak di belakang bek, menyambut umpan silang, dan menyelesaikan peluang dengan cepat. Ia juga dapat bermain melebar sebelum bergerak menuju tengah, memberikan pilihan berbeda bagi pelatih dalam menyusun strategi menyerang.
Keunggulan tersebut membuatnya berpotensi menarik bagi klub Liga Inggris yang membutuhkan penyerang muda dengan kemampuan melakukan tekanan dan pergerakan aktif. Namun, penyesuaian terhadap intensitas pertandingan Inggris tetap menjadi tantangan yang belum dapat dipastikan hanya berdasarkan penampilan singkatnya di Spanyol.
Aston Villa dan Newcastle United disebut sebagai dua klub yang memantau perkembangan pemain tersebut, terutama menjelang bursa transfer Januari mendatang. Nama Arsenal dan Manchester United juga muncul dalam pembahasan mengenai kesebelasan yang secara taktis dapat memanfaatkan karakter penyerang seperti Zabiri.
Bagi Arsenal, keberadaan penyerang dengan kemampuan menyelesaikan peluang dalam ruang sempit dapat memberikan variasi ketika menghadapi pertahanan yang bermain rapat. Sementara itu, Newcastle memiliki kebutuhan menjaga kedalaman lini depan agar tetap kompetitif menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Manchester United juga dapat menjadi tujuan potensial apabila klub membutuhkan penyerang yang mampu bersaing dan memberikan pilihan berbeda dalam serangan. Namun, seluruh kemungkinan tersebut masih berupa analisis kebutuhan tim dan belum dapat diperlakukan sebagai bukti negosiasi transfer telah berlangsung.
Rennes tetap berada dalam posisi penting karena memiliki kontrak Zabiri hingga 2029, sedangkan Racing tidak mempunyai opsi pembelian permanen dalam kesepakatan peminjaman. Situasi tersebut memungkinkan klub Prancis mempertimbangkan berbagai tawaran apabila performa pemain terus meningkatkan nilai pasarnya.
Di sisi lain, Zabiri pernah mengungkapkan keinginannya bermain untuk Barcelona karena sejak kecil mengagumi gaya sepak bola klub asal Catalunya tersebut. Ia juga menilai La Liga sebagai lingkungan yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan, sehingga kepindahan ke Inggris belum tentu menjadi prioritas pribadinya.
Masa depan Zabiri juga berkaitan dengan perkembangan karier internasionalnya setelah mulai memperoleh kesempatan bersama tim nasional senior Maroko. Ia telah menjalani pertandingan menghadapi Gabon dan berharap memperoleh peran lebih besar dalam persaingan lini depan menjelang agenda internasional berikutnya.
Pelatih Mohamed Ouahbi memahami kualitas Zabiri sejak bekerja bersama tim nasional kelompok umur dan memberikan kepercayaan ketika pemain tersebut menunjukkan peningkatan performa. Namun, persaingan di skuad senior jauh lebih berat karena Maroko memiliki sejumlah penyerang berpengalaman yang bermain di kompetisi Eropa.
Racing Santander Bergantung pada Gol Zabiri untuk Bertahan
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap masa depan Zabiri, Racing Santander justru menghadapi persoalan yang lebih mendesak dalam kompetisi domestik. Klub promosi tersebut berada di posisi ke-16 klasemen dan membutuhkan tambahan kemenangan untuk memperbesar peluang bertahan di La Liga.
Delapan gol Zabiri menjadi kontribusi sangat penting karena produktivitas Racing secara keseluruhan masih terbatas jika dibandingkan sejumlah klub papan atas. Ketergantungan tersebut dapat menjadi keuntungan bagi perkembangan pemain, tetapi sekaligus menambah tekanan agar ia terus tampil menentukan.
Pelatih Jose Alberto Lopez berusaha menjaga Zabiri tetap fokus pada permainan kolektif daripada membiarkan perhatian transfer mengganggu perkembangan penyerangnya. Menurutnya, kualitas individu Zabiri merupakan aset penting, tetapi kerja keras dan keterlibatan bersama rekan setim tetap menentukan keberhasilan tim.
Racing juga harus memastikan suplai bola kepada Zabiri tetap terjaga ketika menghadapi lawan yang mulai memahami pola pergerakan dan karakter penyelesaiannya. Semakin banyak gol yang dicetak, semakin besar pula kemungkinan bek lawan memberikan pengawalan khusus untuk membatasi ruang geraknya.
Karena itu, perjalanan Zabiri selama beberapa bulan mendatang akan menjadi ujian penting apakah produktivitas awalnya merupakan lonjakan sementara atau perkembangan berkelanjutan. Kemampuan mempertahankan ketajaman sekaligus membantu Racing keluar dari tekanan klasemen akan menjadi ukuran penting kualitasnya sebagai calon pemain klub elite.
Untuk Rennes, keberhasilan Zabiri di Spanyol juga menghadirkan pertanyaan mengenai keputusan membiarkannya pergi dengan status pinjaman setelah baru beberapa bulan direkrut. Namun, perkembangan tersebut dapat menjadi keuntungan apabila klub berhasil memperoleh pemain yang lebih matang atau menerima tawaran transfer bernilai tinggi.
Pada akhirnya, kisah Yassir Zabiri memperlihatkan bahwa minimnya kesempatan bermain di satu klub tidak selalu berarti seorang pemain muda gagal memenuhi potensinya. Perubahan lingkungan, kecocokan taktik, dan kepercayaan pelatih justru dapat menjadi faktor yang menentukan arah perkembangan karier seorang pesepak bola.
Dengan delapan gol dalam 11 pertandingan, Zabiri kini telah membuktikan dirinya mampu bersaing dengan para penyerang terbaik dalam kompetisi yang jauh lebih ketat. Pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah ia memiliki bakat, melainkan seberapa jauh kemampuan tersebut dapat membawanya menuju panggung sepak bola Eropa yang lebih besar.


