Inter Milan vs Udinese menjadi salah satu pertandingan penutup gameweek keempat Serie A 2026/27 dengan kondisi kedua tim cukup berbeda. Inter masih sempurna di liga, sementara Udinese mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan pertama.
Pertandingan Inter Milan vs Udinese akan berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza pada Senin malam waktu Italia atau Selasa, 15 September 2026. Kick-off pukul 20.45 CEST setara dengan pukul 01.45 WIB bagi penonton Indonesia.
Inter memasuki pertandingan Serie A setelah kalah 1-2 dari Real Madrid pada laga pertama Liga Champions di Santiago Bernabéu. Hasil tersebut mbengakhiri rangkaian kemenangan kompetitif mereka sejak musim 2026/27 dimulai.
Sebelum kekalahan di Madrid, Inter Milan vs Udinese mempertemukan tuan rumah yang menyapu tiga jornada pertama liga. Nerazzurri mengalahkan Monza 4-1, Cagliari 1-0, kemudian melakukan comeback dramatis 3-2 atas Napoli.
Udinese datang ke San Siro setelah mengalami kekalahan pertama musim ini ketika Lazio membalikkan keunggulan mereka menjadi 2-1. Jesper Karlström sempat membawa Udinese memimpin sebelum Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson membalas.
Inter Milan vs Udinese di Serie A: Inter Sempurna, Udinese Tetap Kompetitif
Inter menempati posisi kedua klasemen sementara Serie A dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, hanya berbeda kriteria dari Roma yang memimpin. Pasukan Cristian Chivu sudah mencetak delapan gol dan kebobolan tiga kali.
Start tersebut membuat Inter Milan vs Udinese menjadi kesempatan Nerazzurri menjaga catatan kemenangan seratus persen di liga. Inter juga memimpin kompetisi untuk penguasaan bola, persentase duel dimenangi, dan jumlah tembakan setelah tiga jornada.
Udinese berada di posisi kesepuluh Serie A dengan empat poin, hasil satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Tim Kosta Runjaić mencetak lima gol sekaligus kebobolan lima sepanjang tiga pertandingan awal.
Meski baru memiliki empat angka, Udinese selalu mencetak gol dan selalu membuka skor pada tiga pertandingan Serie A pertama. Pola tersebut memperlihatkan kemampuan mereka menyerang cepat sebelum lawan sepenuhnya membangun struktur pertahanan.
Inter Milan vs Udinese juga datang setelah tuan rumah menjalani pertandingan Eropa di Madrid, sehingga faktor kebugaran menjadi bagian penting. Chivu memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan beberapa perubahan tanpa harus mengubah struktur dasar 3-5-2.
Udinese mendapat jeda lebih panjang setelah terakhir bermain melawan Lazio pada 7 September, tetapi masalah cedera mengurangi pilihan Runjaić. Kondisi tersebut terutama terasa di pertahanan dan lini tengah menjelang perjalanan Serie A menuju San Siro.
Prediksi Susunan Pemain Inter Milan vs Udinese
Inter diperkirakan tetap menggunakan formasi 3-5-2 dalam Inter Milan vs Udinese dengan Josep Martínez menjaga gawang. Manuel Akanji, John Stones, dan Alessandro Bastoni berpeluang menjadi tiga pemain belakang apabila Chivu melakukan rotasi.
Sky Sport memproyeksikan Andy Diouf mengisi koridor kanan, sedangkan Carlos Augusto berada di sisi kiri karena Federico Dimarco belum sepenuhnya bugar. Nicolò Barella tetap menjadi salah satu pemain utama pada lini tengah Serie A Inter.
Hakan Çalhanoğlu dan Piotr Zieliński berpeluang melengkapi lini tengah, meskipun Petar Sučić serta Curtis Jones tetap menjadi alternatif. Rotasi masuk akal karena Inter Milan vs Udinese dimainkan enam hari setelah perjalanan Liga Champions ke Madrid.
Francesco Pio Esposito diproyeksikan mendampingi Lautaro Martínez di depan, sementara Marcus Thuram mempunyai peluang besar dimainkan sepanjang pertandingan. Chivu memiliki Ange-Yoan Bonny sebagai opsi lain apabila membutuhkan karakter penyerang berbeda saat laga berjalan.
Prediksi Susunan Pemain Inter Milan (3-5-2): Josep Martínez; Manuel Akanji, John Stones, Alessandro Bastoni; Andy Diouf, Nicolò Barella, Hakan Çalhanoğlu, Piotr Zieliński, Carlos Augusto; Francesco Pio Esposito, Lautaro Martínez.
Udinese diperkirakan mempertahankan 3-4-2-1 untuk Inter Milan vs Udinese dengan Maduka Okoye berada di bawah mistar. James Abankwah, Christian Kabasele, dan Enzo Ebosse menjadi pilihan utama setelah Oumar Solet dipastikan cedera.
Mërgim Vojvoda serta Hassane Kamara mengisi dua sisi lapangan, sementara Lennon Miller dan Jesper Karlström diproyeksikan menjadi pasangan gelandang. Hilangnya Jakub Piotrowski membuat pilihan Runjaić di sektor sentral jauh lebih terbatas.
Jurgen Ekkelenkamp dan Unai Gómez dapat bergerak di belakang Keinan Davis, penyerang yang sangat penting untuk permainan vertikal Udinese. Davis mempunyai kemampuan melindungi bola, menyerang kedalaman, sekaligus menghubungkan pemain dari lini kedua.
Prediksi Susunan Pemain Udinese (3-4-2-1): Maduka Okoye; James Abankwah, Christian Kabasele, Enzo Ebosse; Mërgim Vojvoda, Lennon Miller, Jesper Karlström, Hassane Kamara; Jurgen Ekkelenkamp, Unai Gómez; Keinan Davis.
Pemain Absen Inter Milan vs Udinese di Serie A
Inter memiliki situasi kebugaran relatif lebih baik menjelang Inter Milan vs Udinese, tetapi Federico Dimarco belum sepenuhnya pulih dari keseleo ringan lutut kiri. Bek sayap tersebut sudah kembali mengikuti sebagian sesi latihan bersama tim.
Djed Spence juga masih dalam proses pemulihan masalah betis dan sebelumnya menjalani latihan terpisah. Tidak ada pemain Inter yang menjalani sanksi kartu merah ataupun akumulasi kartu pada gameweek keempat Serie A.
Udinese kehilangan Oumar Solet karena lesi pada otot pectineus kaki kiri yang membutuhkan sekitar dua pekan pemulihan. Jakub Piotrowski juga tidak tersedia karena harus menjalani prosedur ablasi terkait aritmia jantung ringan.
Nicolò Zaniolo mengalami cedera biceps femoris kanan, sementara Matteo Palma bermasalah pada adductor kanan dan Alessandro Zanoli masih menjalani rehabilitasi ACL. Juan David Arizala juga masuk daftar pemain yang belum siap bermain.
| Tim | Pemain | Status |
|---|---|---|
| Inter Milan | Federico Dimarco | Keseleo ringan lutut, sudah kembali latihan sebagian, diragukan |
| Inter Milan | Djed Spence | Masalah betis, dalam pemulihan |
| Udinese | Oumar Solet | Cedera otot pectineus, absen |
| Udinese | Jakub Piotrowski | Menjalani prosedur ablasi jantung, absen |
| Udinese | Nicolò Zaniolo | Cedera biceps femoris kanan, absen |
| Udinese | Matteo Palma | Cedera adductor kanan, absen |
| Udinese | Alessandro Zanoli | Rehabilitasi cedera ACL, absen |
| Udinese | Juan David Arizala | Masalah fisik, belum tersedia |
Tidak terdapat pemain dari kedua tim yang sedang menjalani hukuman pertandingan menjelang Inter Milan vs Udinese. Kondisi Dimarco dan Spence masih bisa berubah setelah latihan terakhir, sehingga daftar skuad resmi menjadi konfirmasi final.
5 Pertandingan Terakhir Inter Milan
Inter membukukan empat kemenangan dan satu kekalahan dari lima pertandingan terakhir di seluruh kompetisi sebelum Inter Milan vs Udinese. Kekalahan tunggal terjadi pada Liga Champions ketika Real Madrid menang 2-1 di Santiago Bernabéu.
Tiga pertandingan pembuka Serie A semuanya berakhir dengan kemenangan, dimulai saat Inter menundukkan Monza 4-1 di San Siro. Çalhanoğlu, Zieliński, Francesco Pio Esposito, dan Yann Bisseck menjadi pencetak gol tuan rumah.
Inter kemudian menang 1-0 atas Cagliari melalui gol jarak jauh Çalhanoğlu sebelum comeback melawan Napoli. Lautaro Martínez mencetak dua gol dan Marcus Thuram satu gol saat Nerazzurri membalikkan ketertinggalan 0-2.
| Tanggal | Pertandingan | Kompetisi | Hasil |
|---|---|---|---|
| 8 September 2026 | Real Madrid vs Inter Milan | Liga Champions | 2-1 |
| 5 September 2026 | Inter Milan vs Napoli | Serie A | 3-2 |
| 30 Agustus 2026 | Cagliari vs Inter Milan | Serie A | 0-1 |
| 22 Agustus 2026 | Inter Milan vs Monza | Serie A | 4-1 |
| 17 Agustus 2026 | Inter Milan vs Real Betis | Laga persahabatan | 1-0 |
Delapan gol dari tiga pertandingan Serie A menunjukkan distribusi ancaman Inter tidak hanya bergantung kepada satu pemain. Namun dua gol yang diterima dalam waktu singkat melawan Napoli juga memperlihatkan transisi bertahan tetap memerlukan perhatian.
Inter Milan vs Udinese menjadi kesempatan pertama bagi tim Chivu untuk merespons kekalahan kompetitif musim ini. Jadwal yang padat juga membuat kemampuan menjaga intensitas setelah perjalanan Eropa menjadi bagian penting dari konteks pertandingan.
5 Pertandingan Terakhir Udinese
Udinese meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari lima pertandingan kompetitif terakhir menjelang Inter Milan vs Udinese. Dua kemenangan berasal dari Coppa Italia, sedangkan satu lainnya terjadi dalam Serie A.
Perjalanan liga dimulai dengan hasil imbang 1-1 menghadapi Como ketika Kamara mencetak gol pembuka. Udinese kemudian mengalahkan Monza 3-2 melalui gol Piotrowski, Kamara, dan Ekkelenkamp sebelum dikalahkan Lazio.
Pada Coppa Italia, pasukan Runjaić menundukkan Padova 1-0 berkat Keinan Davis sebelum mengalahkan Venezia 2-1. Vakoun Bayo memborong dua gol saat Udinese bangkit dari ketertinggalan pada pertandingan tersebut.
| Tanggal | Pertandingan | Kompetisi | Hasil |
|---|---|---|---|
| 7 September 2026 | Udinese vs Lazio | Serie A | 1-2 |
| 2 September 2026 | Udinese vs Venezia | Coppa Italia | 2-1 |
| 29 Agustus 2026 | Monza vs Udinese | Serie A | 2-3 |
| 22 Agustus 2026 | Udinese vs Como | Serie A | 1-1 |
| 15 Agustus 2026 | Udinese vs Padova | Coppa Italia | 1-0 |
Udinese telah mencetak gol dalam seluruh lima pertandingan kompetitif musim ini, sebuah catatan yang menjadi modal sebelum Inter Milan vs Udinese. Mereka juga selalu mencetak lebih dahulu pada tiga laga awal Serie A.
Kekalahan dari Lazio terjadi setelah Udinese kehilangan intensitas pada fase akhir pertandingan, sesuatu yang juga diakui Runjaić. Kondisi fisik dan keterbatasan kedalaman skuad menjadi salah satu bagian penting menjelang kunjungan ke Milan.
Head to Head Inter Milan vs Udinese
Inter Milan vs Udinese telah dimainkan 106 kali di Serie A sebelum pertemuan terbaru, menurut catatan resmi kedua klub. Inter memperoleh 56 kemenangan, Udinese 23 kemenangan, sedangkan 27 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Rekor terbaru juga lebih banyak menghasilkan kemenangan Inter, dengan Nerazzurri memenangi 18 dari 23 pertemuan terakhir di Serie A. Namun Udinese pernah menang 2-1 di Giuseppe Meazza pada Agustus 2025.
Pertemuan paling baru berlangsung pada 17 Januari 2026 ketika Inter menang 1-0 di Bluenergy Stadium. Lautaro Martínez mencetak satu-satunya gol dan kembali memperlihatkan catatan produktifnya ketika menghadapi Udinese.
Head to Head Inter Milan vs Udinese
| Tanggal | Pertandingan | Kompetisi | Skor |
|---|---|---|---|
| 17 Januari 2026 | Udinese vs Inter Milan | Serie A | 0-1 |
| 31 Agustus 2025 | Inter Milan vs Udinese | Serie A | 1-2 |
| 30 Maret 2025 | Inter Milan vs Udinese | Serie A | 2-1 |
| 19 Desember 2024 | Inter Milan vs Udinese | Coppa Italia | 2-0 |
| 28 September 2024 | Udinese vs Inter Milan | Serie A | 2-3 |
Lima pertemuan terakhir menghasilkan empat kemenangan Inter dan satu kemenangan Udinese, tanpa hasil imbang. Data Inter Milan vs Udinese memberikan konteks historis, tetapi tidak menentukan perkembangan pertandingan Serie A pada Senin malam.
Udinese juga mempunyai kenangan positif dari lawatan terakhirnya ke San Siro menghadapi Inter, ketika menang 2-1 pada Agustus 2025. Pertandingan terbaru di Udine kemudian berakhir dengan kemenangan tipis Nerazzurri.
Player to Watch Inter Milan: Lautaro Martínez
Lautaro Martínez menjadi pemain Inter yang paling patut diperhatikan menjelang Inter Milan vs Udinese setelah mencetak dua gol melawan Napoli. Brace tersebut merupakan gol pertamanya musim ini sekaligus memastikan comeback 3-2 di San Siro.
Kapten Inter mempunyai catatan kuat menghadapi Udinese dengan tujuh gol di Serie A, termasuk penentu kemenangan pada Januari 2026. Lautaro dan Çalhanoğlu bahkan telah mencetak gol melawan seluruh 19 lawan liga saat ini.
Pergerakan Lautaro dapat membawa bek Udinese keluar dari garis pertahanan dan membuka ruang untuk Francesco Pio Esposito. Dalam Inter Milan vs Udinese, kombinasi tersebut menjadi salah satu aspek yang harus dikelola Kabasele, Abankwah, serta Ebosse.
Player to Watch Udinese: Hassane Kamara
Hassane Kamara menjadi Player to Watch Udinese setelah mencetak dua gol dalam dua pertandingan pertama Serie A musim ini. Performa tersebut membuat wing-back asal Pantai Gading terpilih sebagai pemain terbaik klub untuk Agustus.
Kamara mencetak gol melawan Como sebelum kembali menjebol gawang Monza melalui tembakan dari luar kotak penalti. Inter Milan vs Udinese akan menguji seberapa efektif pergerakan ofensifnya menghadapi koridor kanan yang kemungkinan ditempati Andy Diouf.
Dalam struktur Runjaić, Kamara mempunyai karakter lebih ofensif dibanding Vojvoda dan sering menyerang ruang dengan lari tanpa bola. Inter sendiri mencatatnya sebagai salah satu sumber utama progresi Udinese melalui sisi lapangan.
Analisis Taktik Inter Milan vs Udinese
Inter kemungkinan tetap membangun permainan menggunakan tiga bek, dengan Bastoni memiliki kebebasan membawa bola dan mengirim umpan progresif ke area lawan. Statistik Serie A menunjukkan Bastoni memimpin liga untuk possession recoveries serta line-breaking passes.
Ketika Inter Milan vs Udinese memasuki fase penguasaan panjang, kedua wing-back dapat mendorong garis Udinese semakin rendah. Carlos Augusto mempunyai kemampuan menyerang area belakang bek sayap, sedangkan Diouf menawarkan progresi melalui dribel dan kekuatan fisik.
Barella menjadi elemen lain yang penting karena telah menyelesaikan tujuh dribel, jumlah tertinggi bersama Kian Fitz-Jim di antara gelandang Serie A. Mobilitasnya membantu Inter menciptakan kelebihan pemain ketika menyerang half-space.
Udinese kemungkinan memilih permainan lebih langsung melalui Davis ketika tekanan Inter membuat pembangunan pendek sulit dilakukan. Penyerang Inggris tersebut dapat menahan bola, mencari second ball, atau mengalirkannya kepada Ekkelenkamp dan Gómez yang bergerak dari belakang.
Contoh pola tersebut terlihat saat gol Karlström ke gawang Lazio, ketika Vojvoda mencari Davis secara langsung dan sang penyerang memberikan lay-off. Hanya beberapa sentuhan diperlukan Udinese untuk menciptakan peluang berbahaya dari situasi tersebut.
Inter Milan vs Udinese juga dapat dipengaruhi situasi bola mati dan tembakan jarak jauh karena tim tamu memiliki postur serta kualitas duel udara. Dua dari tiga gol mereka melawan Monza tercipta setelah bola kedua.
Absennya Solet dan Piotrowski berpotensi mengubah kemampuan Udinese mengontrol duel di dua sektor berbeda. Kabasele harus memimpin pertahanan, sementara Miller serta Karlström mempunyai tanggung jawab lebih besar menjaga area di depan garis belakang.
Bagi Inter, pengelolaan transisi perlu mendapat perhatian setelah Napoli mampu mencetak dua gol dalam waktu singkat pada jornada ketiga. Udinese mempunyai pemain yang cukup cepat untuk memanfaatkan ruang ketika wing-back tuan rumah berada jauh di depan.
Udinese juga harus menghindari fase terlalu pasif seperti saat menghadapi Lazio, ketika mereka kehilangan intensitas setelah sekitar satu jam permainan. Runjaić sendiri menilai timnya kesulitan mempertahankan bola ketika kondisi fisik mulai menurun.
Inter Milan vs Udinese karena itu mempertemukan dominasi penguasaan tuan rumah dengan permainan vertikal dan fisik dari tim tamu. Kontrol ruang, second ball, kualitas pressing, serta manajemen stamina menjadi aspek yang relevan sepanjang Serie A.
Jadwal Inter Milan vs Udinese di Serie A 2026/27
Inter Milan vs Udinese berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza pada Senin, 14 September 2026 pukul 20.45 CEST. Bagi penonton Indonesia, pertandingan gameweek keempat Serie A tersebut dimainkan Selasa, 15 September pukul 01.45 WIB.
Luca Pairetto ditunjuk sebagai wasit utama dengan Moro dan Yoshikawa sebagai asisten, sedangkan Andrea Colombo menjadi ofisial keempat. Valerio Marini bertugas sebagai VAR dan Matteo Gariglio menjadi AVAR.
| Detail Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | Inter Milan vs Udinese |
| Kompetisi | Serie A 2026/27 |
| Gameweek | 4 |
| Tanggal lokal | Senin, 14 September 2026 |
| Tanggal WIB | Selasa, 15 September 2026 |
| Kick-off | 01.45 WIB |
| Waktu lokal | 20.45 CEST |
| Stadion | Stadio Giuseppe Meazza |
| Kota | Milan |
| Wasit | Luca Pairetto |
| Asisten wasit | Moro, Yoshikawa |
| Ofisial keempat | Andrea Colombo |
| VAR | Valerio Marini |
| AVAR | Matteo Gariglio |
Inter memasuki Inter Milan vs Udinese dengan sembilan poin sempurna dan delapan gol dari tiga pertandingan Serie A. Udinese berada di posisi kesepuluh dengan empat poin setelah mencetak dan kebobolan masing-masing lima gol.
Kondisi kedua tim menyediakan konteks berbeda karena Inter baru kembali dari pertandingan Eropa, sedangkan Udinese memiliki waktu pemulihan lebih panjang tetapi kehilangan beberapa pemain. Faktor tersebut dapat memengaruhi pilihan starter dan pengelolaan tempo.
Inter Milan vs Udinese juga menawarkan duel antara kemampuan Inter mempertahankan dominasi penguasaan dengan pendekatan vertikal Udinese. Catatan tiga kemenangan tuan rumah maupun empat poin tim tamu tetap hanya menjadi data awal setelah tiga jornada.


