Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home»Olahraga»Bisakah Messi dan Mbappe Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia?

Bisakah Messi dan Mbappe Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia?

  • Juni 12, 2026
Messi dan Mbappe di Piala Dunia

Rekor gol Piala Dunia selalu punya daya tarik yang berbeda dibanding statistik lain dalam sepak bola. Angkanya tidak hanya bicara soal ketajaman, tetapi juga umur panjang, konsistensi, dan kemampuan tampil di panggung paling berat.

Saat ini, Miroslav Klose masih berdiri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol. Di bawahnya ada Ronaldo Nazario dengan 15 gol, Gerd Muller 14 gol, lalu Lionel Messi dan Just Fontaine dengan 13 gol.

Kylian Mbappe berada satu tingkat di bawah Messi dengan 12 gol dari 14 pertandingan Piala Dunia. Angka itu membuat persaingan menuju rekor Klose menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang Piala Dunia 2026.

Messi dan Mbappe datang dari dua generasi berbeda, tetapi sama-sama punya hubungan istimewa dengan Piala Dunia. Messi mewakili perjalanan panjang menuju puncak, sedangkan Mbappe melambangkan kecepatan luar biasa dalam memburu sejarah.

Piala Dunia 2026 juga memberi peluang lebih besar karena format turnamen diperluas menjadi 48 negara. Dengan tambahan babak 32 besar, tim yang melaju sampai semifinal atau final bisa memainkan maksimal delapan pertandingan.

Secara matematis, Messi hanya membutuhkan empat gol tambahan untuk melewati Klose. Mbappe membutuhkan lima gol, tetapi usianya yang baru 27 tahun pada 2026 membuat peluang jangka panjangnya terlihat lebih terbuka.

Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia

Lionel Messi memasuki pembahasan ini dengan catatan 13 gol dari 26 pertandingan Piala Dunia. FIFA mencatat Messi sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di Piala Dunia, melewati Gabriel Batistuta yang mengoleksi 10 gol.

Gol pertama Messi di Piala Dunia lahir pada edisi 2006 di Jerman. Ia mencetak gol ke gawang Serbia dan Montenegro ketika Argentina menang besar 6-0 pada fase grup.

Setelah tampil tanpa gol pada Piala Dunia 2010, Messi kembali tajam di Brasil 2014. Ia membuka rekening gol turnamen itu saat Argentina menang 2-1 atas Bosnia dan Herzegovina pada laga pertama grup.

Gol kedua Messi di Piala Dunia 2014 datang ke gawang Iran. Saat Argentina hampir buntu, ia mencetak gol pada menit akhir untuk memberi kemenangan 1-0 yang sangat penting.

Pada laga ketiga fase grup 2014, Messi mencetak dua gol ke gawang Nigeria. Argentina menang 3-2 dalam pertandingan terbuka, dan Messi menutup fase grup dengan empat gol dari tiga laga.

Meski tampil kuat pada fase gugur 2014, Messi tidak lagi mencetak gol sampai final. Argentina akhirnya kalah 0-1 dari Jerman lewat gol Mario Gotze pada babak tambahan waktu.

Piala Dunia 2018 menjadi edisi yang lebih sulit bagi Messi dan Argentina. Satu-satunya gol Messi di turnamen itu lahir saat Argentina menang 2-1 atas Nigeria pada laga penentuan fase grup.

Gol ke gawang Nigeria tersebut penting karena membawa Argentina lolos dari fase grup. Namun, perjalanan mereka berhenti di babak 16 besar setelah kalah 3-4 dari Prancis yang kemudian menjadi juara dunia.

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi titik paling lengkap dalam karier internasional Messi. Ia mencetak tujuh gol dari tujuh pertandingan dan akhirnya membawa Argentina menjadi juara dunia.

Gol pertama Messi di Qatar datang dari penalti melawan Arab Saudi. Argentina memang kalah 1-2, tetapi gol itu membuka perjalanan dramatis yang berakhir dengan trofi paling penting dalam kariernya.

Gol kedua Messi lahir saat Argentina mengalahkan Meksiko 2-0 pada fase grup. Tembakan kaki kirinya dari luar kotak penalti mengubah arah turnamen Argentina yang sempat berada dalam tekanan besar.

Pada babak 16 besar, Messi mencetak gol ke gawang Australia. Argentina menang 2-1, dan gol itu memperlihatkan bagaimana Messi tetap menjadi pemecah kebuntuan dalam pertandingan yang berjalan ketat.

Di perempat final melawan Belanda, Messi mencetak gol dari titik penalti. Argentina bermain imbang 2-2 sampai perpanjangan waktu, lalu menang melalui adu penalti dalam laga yang sangat emosional.

Pada semifinal melawan Kroasia, Messi kembali mencetak gol dari penalti. Argentina menang 3-0, sementara Messi juga memberi assist brilian kepada Julian Alvarez dalam salah satu momen terbaik turnamen.

Final melawan Prancis menjadi panggung terbesar Messi di Piala Dunia 2022. Ia mencetak dua gol dalam laga yang berakhir 3-3, sebelum Argentina menang lewat adu penalti di Lusail.

Jika tampil di Piala Dunia 2026, peluang Messi memecahkan rekor Klose tetap terbuka meski tidak mudah. Argentina berada di Grup J bersama Algeria, Austria, dan Jordan, sehingga fase grup memberi ruang awal untuk menambah gol.

Faktor terbesar Messi bukan lagi sekadar kualitas, tetapi kondisi fisik dan menit bermain. Pada usia 38 tahun, ia mungkin tidak selalu bermain penuh, namun perannya sebagai eksekutor penalti tetap membuat peluang golnya hidup.

Untuk melewati Klose, Messi membutuhkan empat gol lagi dan harus mencapai 17 gol. Jumlah itu realistis jika Argentina melaju jauh, tetapi sulit jika Messi hanya bermain terbatas atau lebih sering berperan sebagai kreator.

Rekor Gol Kylian Mbappe di Piala Dunia

Kylian Mbappe memiliki jalur yang berbeda dari Messi dalam memburu rekor Piala Dunia. Ia sudah mencetak 12 gol dari 14 pertandingan, sebuah rasio yang jauh lebih tajam daripada banyak legenda turnamen ini.

Mbappe mencetak gol Piala Dunia pertamanya pada edisi 2018 di Rusia. Gol itu lahir saat Prancis mengalahkan Peru 1-0 pada fase grup, sekaligus menegaskan statusnya sebagai bintang muda paling berbahaya.

Ledakan terbesar Mbappe pada 2018 terjadi di babak 16 besar melawan Argentina. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan 4-3 Prancis, pertandingan yang juga menjadi simbol pergantian generasi di panggung dunia.

Pada final Piala Dunia 2018, Mbappe mencetak gol ke gawang Kroasia. Prancis menang 4-2, dan Mbappe menjadi salah satu remaja paling berpengaruh dalam sejarah final Piala Dunia modern.

Total empat gol pada 2018 sudah cukup membuat Mbappe masuk daftar elite. Namun, Piala Dunia 2022 di Qatar membuat namanya naik ke level yang jauh lebih tinggi.

Gol pertama Mbappe di Qatar datang saat Prancis menang 4-1 atas Australia. Ia mencetak gol ketiga Prancis dalam pertandingan pembuka, sekaligus menunjukkan bahwa status juara bertahan tidak membebani permainannya.

Pada laga kedua fase grup, Mbappe mencetak dua gol ke gawang Denmark. Prancis menang 2-1 dan memastikan tiket ke fase gugur lebih cepat berkat ketajaman penyerang andalannya itu.

Di babak 16 besar, Mbappe kembali mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Polandia 3-1. Dua gol itu memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat peraih Sepatu Emas turnamen 2022.

Final melawan Argentina menjadi laga paling ikonik dalam karier Piala Dunia Mbappe sejauh ini. Ia mencetak hat-trick ke gawang Argentina, meski Prancis akhirnya kalah dalam adu penalti.

Hat-trick itu membuat Mbappe menyamai Geoff Hurst sebagai pemain yang mencetak tiga gol dalam final Piala Dunia. FIFA juga mencatat Mbappe sebagai salah satu pencetak gol paling produktif pada fase gugur turnamen.

Mbappe menutup Piala Dunia 2022 dengan delapan gol dan meraih Sepatu Emas. Ia mengungguli Messi yang mencetak tujuh gol, walau Argentina akhirnya menjadi juara dunia.

Peluang Mbappe mengejar Klose di Piala Dunia 2026 terlihat sangat kuat. Prancis berada di Grup I bersama Senegal, Iraq, dan Norway, sehingga Les Bleus tetap menjadi salah satu favorit untuk melaju jauh.

Mbappe membutuhkan empat gol untuk menyamai Klose dan lima gol untuk memecahkan rekor. Dengan rata-rata 0,86 gol per laga Piala Dunia, target itu tidak terdengar berlebihan jika Prancis bermain minimal enam pertandingan.

Keunggulan terbesar Mbappe adalah usia, peran, dan gaya bermainnya yang langsung mengarah ke gawang. Ia juga menjadi eksekutor penalti utama Prancis, faktor penting dalam turnamen besar yang sering ditentukan detail kecil.

Namun, tantangannya juga jelas karena semua lawan sudah memahami bahayanya. Prancis harus tetap mampu menciptakan ruang, sementara Mbappe perlu menjaga ketajaman di tengah tekanan sebagai kapten dan pusat serangan.

Jika dibandingkan, Messi punya kedekatan angka yang lebih tipis dengan rekor Klose. Namun, Mbappe memiliki proyeksi yang lebih panjang karena masih bisa tampil di Piala Dunia setelah 2026.

Bagi Messi, Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir untuk menutup karier dengan rekor yang hampir mustahil disentuh. Bagi Mbappe, turnamen itu mungkin hanya babak berikutnya dalam perjalanan menuju puncak daftar pencetak gol.

Pada akhirnya, rekor Klose tidak hanya akan ditentukan oleh jumlah pertandingan yang dimainkan. Rekor itu akan ditentukan oleh kesehatan, peran taktik, eksekusi penalti, dan kemampuan tim masing-masing melaju sedalam mungkin.

Messi dan Mbappe sudah berada di wilayah yang hanya dihuni nama-nama terbesar dalam sejarah sepak bola. Jika salah satu dari mereka melewati 16 gol, Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai turnamen yang mengubah puncak daftar legenda.

Crysencio Summerville vs Michael Olise: Siapa Winger Kanan Terbaik di Piala Dunia 2026?

Crysencio Summerville vs Michael Olise: Siapa Winger Kanan Terbaik di Piala Dunia 2026?

21 Jun 2026
Preview Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026.

Preview Belgia vs Iran: Duel Krusial Grup G Piala Dunia 2026

21 Jun 2026
Preview Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026.

Preview Spanyol vs Arab Saudi: Misi Bangkit La Roja di Grup H

21 Jun 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.