Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Lionel Messi Mulai Bangun Kerajaan Sepak Bola? Setelah Cornellà, Kini Bersiap Ambil Alih Eldense

Lionel Messi Mulai Bangun Kerajaan Sepak Bola? Setelah Cornellà, Kini Bersiap Ambil Alih Eldense

  • September 9, 2026

Lionel Messi belum berhenti sebagai pemain, tetapi langkah terbarunya menunjukkan bahwa kehidupan setelah lapangan hijau sudah mulai disusun jauh sebelum hari pensiun tiba. Lionel Messi kini berada di ambang pengambilalihan CD Eldense, klub kasta kedua Spanyol yang sedang mencari arah baru.

Reuters melaporkan CD Eldense telah mengonfirmasi kesepakatan prinsip yang membuka jalan bagi Lionel Messi untuk menjadi pemilik mayoritas klub tersebut. Kesepakatan mencakup pembelian seluruh saham milik TH Soluciones Group SAS, kelompok investasi Kolombia yang saat ini menjadi pemegang saham mayoritas Eldense.

Namun, transaksi itu belum selesai dan statusnya belum dapat diperlakukan sebagai pengambilalihan resmi karena masih ada sejumlah tahapan wajib. Eldense menyebut proses due diligence, penyelesaian dokumen hukum dan kontrak, serta persetujuan Consejo Superior de Deportes masih harus dituntaskan sebelum kepemilikan berpindah.

Ketidakpastian itu penting karena nilai berita terbesar bukan hanya pada nama Lionel Messi, melainkan pada pola investasi sepak bola yang mulai terlihat. Jika pembelian Eldense tuntas, Lionel Messi akan memiliki kepentingan kepemilikan pada dua klub Spanyol dalam waktu kurang dari lima bulan.

Pada 16 April 2026, Lionel Messi lebih dulu mengambil alih UE Cornellà, klub Catalonia yang berkompetisi di Tercera Federación atau kasta kelima Spanyol. Pernyataan Cornellà saat itu menekankan pengembangan talenta lokal, pertumbuhan institusional, keberlanjutan, dan hubungan jangka panjang dengan kawasan Barcelona.

Langkah tersebut membuat pembelian Eldense terlihat jauh lebih strategis dibandingkan investasi tunggal yang berdiri sendiri tanpa kaitan jelas. Lionel Messi kini dapat memiliki dua titik masuk berbeda dalam ekosistem sepak bola Spanyol, satu berorientasi pembinaan akar rumput dan satu berada di level profesional Segunda División.

Eldense sendiri bukan klub tanpa sejarah, tetapi perjalanan mereka selama beberapa tahun terakhir memperlihatkan betapa besar ruang transformasi yang tersedia bagi Lionel Messi. Klub asal Elda itu kembali ke Segunda División pada 2023 setelah sekitar enam dekade berkutat di level lebih rendah sepak bola Spanyol.

Situasi olahraga musim ini justru membuat momen pengambilalihan semakin menarik karena Eldense sedang berada dalam tekanan hasil. Data terbaru menunjukkan klub menempati posisi ke-20 setelah hanya mengumpulkan dua poin dari empat pertandingan awal, sementara Claudio Barragán sudah diberhentikan dari jabatan pelatih.

Kondisi tersebut berarti Lionel Messi tidak sedang mendekati aset sepak bola yang berada dalam fase nyaman dan stabil, melainkan proyek yang membutuhkan keputusan cepat. Pemilik baru nantinya harus menyeimbangkan kebutuhan bertahan di Segunda dengan rencana jangka panjang yang tidak boleh terjebak pada respons panik.

Lionel Messi dan Awal Kerajaan Sepak Bola Baru

Di sinilah perbandingan dengan David Beckham mulai relevan, meskipun jalur keduanya tidak sepenuhnya sama dan tidak boleh disederhanakan. Beckham mengubah reputasi globalnya sebagai mantan pemain menjadi ekuitas, jaringan komersial, serta pengaruh langsung dalam pembangunan Inter Miami sebagai merek sepak bola Amerika.

Situs resmi Inter Miami masih mencantumkan Beckham sebagai co-owner bersama Jose Mas, dengan Jorge Mas bertindak sebagai managing owner. Proyek tersebut menunjukkan bahwa mantan megabintang dapat mengubah kekuatan personal brand menjadi daya tarik sponsor, pemain, penonton, dan nilai komersial klub.

Lionel Messi berpotensi melangkah lebih jauh karena portofolionya tidak hanya terhubung dengan satu klub yang dibangun sebagai kendaraan bisnis utama. Laporan yang sama menyebut Lionel Messi dijadwalkan menerima saham Inter Miami setelah kontrak bermainnya berakhir, sehingga kemungkinan kepentingannya dapat membentang di Amerika Serikat dan Spanyol.

Jika skenario Lionel Messi itu terwujud, gambaran mengenai “kerajaan sepak bola” mulai memiliki dasar yang lebih konkret, walaupun istilah tersebut masih bersifat analitis. Cornellà, Eldense, dan potensi saham Inter Miami menciptakan tiga simpul berbeda yang bisa menjadi aset, jaringan talenta, sekaligus platform pengembangan bisnis.

Meski demikian, belum ada bukti publik bahwa Lionel Messi sedang membangun sistem multi-klub terintegrasi seperti City Football Group atau jaringan Red Bull. Tidak ada pengumuman mengenai struktur scouting bersama, perpindahan pemain terencana, pengelolaan data terpusat, atau strategi komersial tunggal yang menghubungkan Cornellà dengan Eldense.

Karena itu, kesimpulan paling aman saat ini adalah Messi sedang membangun portofolio kepemilikan sepak bola, bukan jaringan multi-klub yang sudah beroperasi penuh. Perbedaannya penting karena kepemilikan beberapa klub tidak otomatis berarti semua entitas akan berbagi strategi, personel, pembiayaan, atau keputusan olahraga.

Namun, logika ekonominya sulit diabaikan karena klub seperti Cornellà dan Eldense menawarkan pintu masuk yang jauh lebih murah dibandingkan raksasa Eropa. Lionel Messi dapat memperoleh ruang pengaruh besar, membentuk struktur akademi, meningkatkan merek, dan menciptakan nilai tanpa harus membeli klub dengan valuasi miliaran euro.

Cornellà memberi konteks penting karena klub itu memiliki identitas sebagai tempat pengembangan pemain di kawasan Catalonia, sesuatu yang sejalan dengan narasi investasi awal Lionel Messi. Bagi Lionel Messi, model tersebut juga menjaga keterhubungan emosional dengan Barcelona tanpa harus bergantung pada hubungan kelembagaan bersama mantan klubnya.

Eldense menawarkan sesuatu yang berbeda karena level kompetisinya memberikan akses lebih dekat menuju La Liga sekaligus eksposur televisi dan komersial lebih besar. Jika Lionel Messi mampu menstabilkan tim lalu mendorong promosi, nilai bisnis proyek tersebut berpotensi meningkat jauh lebih cepat dibandingkan klub kasta kelima.

Eldense Jadi Ujian Bisnis Lionel Messi

Diario AS melaporkan negosiasi dilakukan melalui tim hukum Lionel Messi dengan kelompok TH yang dipimpin Juan Carlos Trujillo, sementara operasi disebut dilakukan secara pribadi. Media itu juga menyebut stadion Nuevo Pepico Amat berkapasitas sekitar 5.800 penonton, menegaskan skala proyek yang relatif terkendali.

Skala tersebut justru bisa menjadi keunggulan karena proses transformasi organisasi lebih mudah dilakukan dibandingkan pada klub dengan struktur pemegang saham dan tuntutan suporter jauh lebih kompleks. Lionel Messi dapat menguji pendekatan kepemilikan, pembangunan akademi, rekrutmen, dan komersialisasi dalam lingkungan yang masih cukup fleksibel.

Tetapi setiap proyek sepak bola memiliki risiko, dan nama besar tidak otomatis menjamin keputusan olahraga yang tepat atau promosi cepat. Eldense tetap harus bekerja dalam batas anggaran, regulasi La Liga, pasar pemain, kualitas staf teknis, serta tekanan kompetisi Segunda yang terkenal sangat ketat.

Tekanan pertama bahkan sudah hadir sebelum transaksi selesai, karena posisi papan bawah memaksa klub mencari stabilitas sambil menunggu kepastian kepemilikan. Lionel Messi dan calon struktur manajemennya akan dinilai bukan dari efek pemberitaan global, melainkan dari pilihan direktur olahraga, pelatih, rekrutmen, dan disiplin finansial.

Aspek regulasi juga tidak bisa dipandang sebagai formalitas, sebab perpindahan saham signifikan pada klub Spanyol memerlukan pengawasan otoritas olahraga. Dalam kasus Eldense, klub secara eksplisit menegaskan bahwa persetujuan Consejo Superior de Deportes merupakan salah satu syarat wajib sebelum transaksi dapat dinyatakan selesai.

Persoalan bisa menjadi lebih rumit bila suatu hari beberapa klub yang dikendalikan pihak sama mencapai kompetisi UEFA pada musim bersamaan. Regulasi UEFA 2026/27 membatasi individu atau entitas yang memiliki kontrol atau pengaruh menentukan terhadap lebih dari satu peserta kompetisi antarklub Eropa.

Saat ini risiko itu masih bersifat hipotetis karena Cornellà berada di kasta kelima dan Eldense berjuang di Segunda División. Namun, bila Lionel Messi benar-benar menargetkan pertumbuhan agresif, struktur tata kelola harus dirancang sejak awal agar ekspansi masa depan tidak berbenturan dengan aturan integritas kompetisi.

Tren pemain elite menjadi pemilik klub juga membuat langkah Lionel Messi tidak berdiri sendirian dalam industri sepak bola. Kylian Mbappé, misalnya, membeli saham mayoritas Caen melalui kendaraan investasinya pada 2024, memperlihatkan bagaimana pesepak bola aktif mulai memikirkan posisi sebagai pemilik jauh sebelum Lionel Messi pensiun.

Dari Beckham ke Multi-Klub, Apa Target Lionel Messi?

Yang membedakan Lionel Messi adalah skala pengaruh mereknya, jaringan sponsor global, serta jejak karier di Barcelona, Paris, Miami, dan Argentina. Setiap klub yang terhubung dengannya otomatis memperoleh perhatian internasional, sebuah aset pemasaran yang sulit dibeli melalui kampanye promosi konvensional.

Bagi Eldense, efek tersebut bisa terasa dalam penjualan tiket, sponsor, merchandise, media sosial, akademi, bahkan kemampuan menarik pemain dan staf. Namun, bagi Lionel Messi, manfaat komersial baru akan menjadi transformasi nyata apabila pendapatan tambahan diinvestasikan secara disiplin ke fasilitas, rekrutmen, analisis data, dan pembinaan pemain.

Cornellà dapat menjadi laboratorium talenta, sedangkan Eldense berpotensi menjadi panggung profesional yang lebih tinggi bila keduanya suatu hari dikelola secara terkoordinasi. Meski belum diumumkan, hubungan semacam itu secara teori memungkinkan jalur perkembangan pemain yang lebih jelas dari akademi menuju sepak bola senior kompetitif.

Di sisi lain, terlalu cepat menghubungkan kedua klub juga berisiko menciptakan ekspektasi yang tidak didukung fakta dan dapat mengaburkan identitas lokal masing-masing. Lionel Messi akan menghadapi tantangan menjaga Cornellà dan Eldense sebagai institusi komunitas, bukan sekadar satelit dalam portofolio pribadi seorang superstar.

Pengalaman Beckham memperlihatkan bahwa kepemilikan klub menuntut kesabaran, modal, negosiasi politik, pembangunan infrastruktur, serta kemampuan bertahan melalui periode sulit. Inter Miami membutuhkan perjalanan panjang sebelum berkembang menjadi merek global, dan keberhasilan komersialnya tidak lahir hanya karena nama Beckham berada di struktur kepemilikan.

Lionel Messi kini memasuki fase serupa dengan karakter berbeda, karena ia tidak membangun klub ekspansi dari nol tetapi membeli institusi yang sudah memiliki sejarah dan basis pendukung. Keuntungan pendekatan ini adalah fondasi tersedia, sementara tantangannya ialah menghormati tradisi sekaligus melakukan modernisasi tanpa memutus hubungan lokal.

Pertanyaan terbesar selanjutnya bukan lagi apakah Lionel Messi tertarik menjadi pemilik, sebab pembelian Cornellà sudah menjawabnya dengan jelas. Pertanyaannya adalah apakah Eldense menjadi investasi kedua yang berdiri sendiri, atau langkah awal menuju jaringan klub dengan strategi pengembangan pemain dan bisnis lintas negara.

Jawaban itu baru akan terlihat setelah transaksi disahkan, struktur manajemen diumumkan, dan keputusan olahraga mulai dibuat dalam beberapa bulan berikutnya. Untuk sementara, Lionel Messi telah mengirim sinyal paling kuat bahwa masa depannya di sepak bola tidak berhenti ketika ia akhirnya meninggalkan lapangan sebagai pemain.

Jika Eldense benar-benar menjadi bagian dari portofolionya, 2026 bisa dikenang sebagai tahun ketika Lionel Messi mulai mengubah warisan bermainnya menjadi kekuatan kepemilikan. Dari Cornellà menuju Elda, sang legenda tampaknya sedang menyusun babak baru yang berpotensi mengubah dirinya dari ikon permainan menjadi pembangun institusi sepak bola.

Lionel Messi Mulai Bangun Kerajaan Sepak Bola? Setelah Cornellà, Kini Bersiap Ambil Alih Eldense

09 Sep 2026

Krisis Cedera Juventus: Pemain di Ruang Perawatan Lebih Banyak daripada Poin, Apa yang Terjadi?

09 Sep 2026

Baru 3 Laga Bersama AC Milan, Alphadjo Cissé Sudah Masuk Rencana Roberto Mancini

09 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.