Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Menakar Skuad Manchester City 2026/27: Enzo Maresca Butuh Kiper, Bek Kanan, dan Winger Baru

Menakar Skuad Manchester City 2026/27: Enzo Maresca Butuh Kiper, Bek Kanan, dan Winger Baru

  • Agustus 4, 2026
Manchester City

Manchester City memasuki musim 2026/27 dengan perubahan terbesar dalam satu dekade terakhir setelah Pep Guardiola meninggalkan kursi pelatih. Enzo Maresca ditunjuk sebagai penerusnya dengan tuntutan mengembalikan The Citizens ke persaingan gelar Premier League.

Maresca mewarisi skuad berkualitas, tetapi Manchester City gagal memenuhi standar mereka pada musim lalu. The Citizens kehilangan 20 poin dari posisi unggul dan hanya mengumpulkan lima poin setelah lebih dahulu tertinggal di Premier League.

Situasi tersebut menunjukkan masalah Manchester City bukan sekadar kualitas individu, tetapi juga kemampuan mengendalikan pertandingan. Direktur sepak bola Hugo Viana kini harus menentukan posisi yang membutuhkan tambahan pemain sebelum kompetisi dimulai pada 23 Agustus 2026.

Dilansir Opta Analyst, kebutuhan utama Manchester City berada pada posisi penjaga gawang, bek kanan, gelandang tengah, serta pemain menyerang. Sementara itu, lini belakang tengah dan posisi penyerang utama dinilai relatif aman.

Manchester City Harus Mencari Penjaga Gawang Baru

Manchester City sebenarnya memiliki dua penjaga gawang berkualitas melalui Gianluigi Donnarumma dan James Trafford. Donnarumma mencatatkan persentase penyelamatan 72,1 persen, tertinggi di antara kiper yang bermain minimal lima kali di Premier League musim lalu.

Trafford juga memperlihatkan kualitas ketika mendapat kesempatan bermain di Piala FA. Berdasarkan metrik expected goals on target atau xGOT Opta, ia mencegah sekitar 2,14 gol hanya dalam enam pertandingan kompetisi tersebut.

Namun, Trafford tidak puas hanya menjadi kiper khusus pertandingan piala dan dikabarkan segera bergabung dengan Leeds United. Jika transfer itu terjadi, Manchester City hanya memiliki Donnarumma dan Marcus Bettinelli sebagai pilihan senior di bawah mistar.

Bettinelli sejak awal lebih banyak diproyeksikan sebagai penjaga gawang ketiga. Karena itu, mendatangkan kiper baru menjadi kebutuhan penting agar Maresca memiliki pelapis yang layak ketika Donnarumma cedera, terkena sanksi, atau membutuhkan rotasi.

Bek Kanan Menjadi Masalah Utama Manchester City

Kekhawatiran terbesar Manchester City pada sektor pertahanan berada di posisi bek kanan. Matheus Nunes tampil baik dalam peran barunya, tetapi ia tidak mungkin memainkan seluruh pertandingan sepanjang musim yang padat.

Nunes mencatatkan 2.886 sentuhan bola, terbanyak dibandingkan seluruh rekan setimnya musim lalu. Ia juga membuat 40 tekel, jumlah tertinggi di antara pemain Manchester City dalam kompetisi liga.

Masalahnya, pelapis Nunes belum memberikan keyakinan serupa. Rico Lewis mengalami kesulitan sepanjang musim dan bahkan beberapa kali tidak masuk skuad pertandingan pada fase akhir kompetisi.

Kedatangan Maresca mungkin memberikan kesempatan baru bagi Lewis untuk menghidupkan kembali kariernya. Namun, Manchester City juga tidak dapat mengambil risiko terlalu besar dengan hanya berharap pemain berusia 21 tahun tersebut kembali ke performa terbaik.

Solusi sementara sebenarnya tersedia dari dalam skuad karena Abdukodir Khusanov dapat dimainkan sebagai bek kanan. Guardiola pernah memakai pemain tersebut di sisi pertahanan, meskipun posisi alaminya tetap sebagai bek tengah.

Manchester City memiliki stok melimpah pada posisi bek tengah melalui Khusanov, Josko Gvardiol, Marc Guéhi, Rúben Dias, dan Vitor Reis. Kondisi tersebut memberi Maresca kebebasan menggeser salah satu pemain ke sisi kanan apabila klub gagal mendatangkan bek baru.

Posisi Bek Kiri Manchester City Semakin Kuat

Berbeda dengan bek kanan, posisi bek kiri yang sebelumnya menjadi titik lemah kini terlihat lebih aman. Nico O’Reilly tampil mengesankan pada musim penuh pertamanya bersama skuad senior Manchester City.

O’Reilly menggabungkan kekuatan fisik dengan keberanian menyerang kotak penalti lawan. Ia mencatatkan 2,27 expected goals dari sundulan, jumlah tertinggi keenam di antara seluruh pemain bertahan Premier League.

Manchester City juga masih memiliki Rayan Aït-Nouri sebagai pilihan pada sektor tersebut. Josko Gvardiol dapat kembali menempati sisi kiri apabila Maresca membutuhkan keseimbangan bertahan yang lebih kuat.

Gvardiol memiliki tingkat keberhasilan tekel sebesar 72,2 persen, tertinggi ketiga di antara pemain Manchester City yang tampil minimal 500 menit di liga. Bek Kroasia tersebut baru menandatangani kontrak baru setelah sebagian besar tahun 2026 terganggu cedera.

Maresca kemungkinan berharap Gvardiol kembali menjadi pemain utama setelah pulih sepenuhnya. Fleksibilitasnya sebagai bek tengah dan bek kiri membuat Manchester City tidak perlu menjadikan posisi tersebut sebagai prioritas transfer.

Bek Tengah Tidak Membutuhkan Tambahan Pemain

Manchester City mempunyai kedalaman yang sangat kuat di jantung pertahanan. Dias dan Guéhi diperkirakan menjadi kandidat utama starter, tetapi Khusanov serta Gvardiol juga memiliki kualitas untuk bersaing.

Vitor Reis dapat dipertahankan sebagai pelapis tambahan setelah menjalani musim yang produktif di Spanyol. Ia membuat jumlah sapuan melalui sundulan terbanyak keempat di La Liga musim lalu.

Dengan lima pemain yang dapat menempati posisi bek tengah, mendatangkan pemain baru justru berpotensi menciptakan penumpukan. Fokus belanja Manchester City seharusnya diarahkan ke sektor lain yang lebih mendesak.

Elliot Anderson Perkuat Lini Tengah Manchester City

Manchester City telah membuat investasi besar dengan mendatangkan Elliot Anderson. Gelandang tim nasional Inggris tersebut direkrut dengan nilai yang dilaporkan mencapai 116 juta poundsterling dan menjadi transfer termahal klub.

Anderson dikenal sebagai gelandang agresif dalam merebut kembali penguasaan bola. Ia setidaknya memenangi bola sebanyak 10 kali dalam 11 pertandingan Premier League musim lalu, lebih banyak daripada pemain lain.

Kehadirannya diproyeksikan menggantikan energi dan kekuatan Bernardo Silva di lini tengah. Bernardo merebut bola sebanyak 146 kali di Premier League, hanya kalah dari Nunes yang mencatatkan 169 kali.

Namun, kedatangan Anderson belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan Manchester City. Hampir semua gelandang lain masih memiliki tanda tanya mengenai kondisi fisik, konsistensi, peran, maupun masa depan mereka.

Kondisi Rodri Mengkhawatirkan

Rodri baru saja membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 dan memenangkan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Ia juga membuat 811 operan, jumlah tertinggi yang pernah dicatat seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia.

Namun, kondisi fisiknya menjadi kekhawatiran setelah menjalani operasi punggung. Manchester City menyebut Rodri membutuhkan masa rehabilitasi singkat sebelum dapat kembali bermain secara penuh.

Selain masalah cedera, Real Madrid terus dikaitkan dengan gelandang tersebut. Jika Manchester City kehilangan Rodri, kebutuhan mendatangkan gelandang bertahan baru akan berubah dari pilihan tambahan menjadi prioritas utama.

Rodri tetap menjadi pemain yang sulit digantikan karena kemampuannya mengontrol tempo, menghentikan serangan, dan menghubungkan pertahanan dengan lini depan. Maresca membutuhkan kepastian mengenai kondisinya sebelum menentukan susunan utama.

Nico González Hadapi Musim Penentuan

Musim 2026/27 dapat menjadi kesempatan terakhir Nico González membuktikan dirinya bersama Manchester City. Secara defensif, catatannya cukup dekat dengan Rodri dalam duel, progresi bola, operan, dan kemampuan membawa bola.

Masalah González berada pada kontribusi menyerang yang belum terlihat secara konsisten. Ia belum memberikan pengaruh besar ketika Manchester City membutuhkan kreativitas atau ancaman dari lini kedua.

Padahal, González pernah mencatatkan 12 kontribusi gol bersama Porto hanya dalam paruh pertama musim 2024/25. Maresca perlu membantu sang pemain kembali memperlihatkan keberanian menyerang apabila memberinya kesempatan bermain.

Jika tidak berkembang, posisi González akan semakin terancam oleh Anderson maupun pemain muda lain. Manchester City juga dapat memilih merekrut gelandang baru yang menawarkan keseimbangan bertahan dan menyerang.

Mateo Kovacic Masih Berguna bagi Manchester City

Mateo Kovacic kehilangan sebagian besar pertandingan musim lalu karena cedera. Meski demikian, pengalamannya dan kualitas mengalirkan bola tetap membuatnya bernilai bagi Manchester City.

Pada musim 2024/25, tidak ada gelandang dengan minimal 1.000 menit bermain yang mencatatkan lebih banyak operan sukses per 90 menit dibandingkan Kovacic dengan 71,2 umpan. Akurasi umpannya di wilayah lawan juga mencapai 91,4 persen.

Catatan tersebut menempatkannya di posisi kelima di antara pemain Premier League dengan minimal 1.000 menit bermain. Selama kebugarannya terjaga, Kovacic masih dapat memberikan kontrol dalam pertandingan yang membutuhkan ketenangan.

Usia dan riwayat cedera membuatnya tidak ideal sebagai pilihan utama sepanjang musim. Namun, Manchester City kemungkinan tetap mempertahankannya untuk memberikan pengalaman dan kedalaman di ruang ganti.

Masa Depan Tijjani Reijnders Diragukan

Tijjani Reijnders memulai kariernya di Premier League dengan menjanjikan setelah mencetak satu gol dan satu assist pada laga debut. Namun, performanya perlahan menurun ketika tuntutan fisik kompetisi semakin terasa.

Reijnders merupakan gelandang yang kuat dalam melakukan lari tanpa bola. Ia membuat 117 pergerakan menusuk ke belakang pertahanan lawan, terbanyak ketiga di antara pemain Manchester City.

Meski demikian, ia dinilai belum memiliki kekuatan bertahan yang dibutuhkan seorang gelandang Premier League. Reijnders terlihat lebih cocok dimainkan sebagai nomor 10 daripada menjadi bagian dari poros lini tengah.

Masalahnya, posisi tersebut sudah dihuni Rayan Cherki dan Phil Foden. Persaingan yang sangat berat membuat masa depan Reijnders di Stadion Etihad berada dalam ketidakpastian.

O’Reilly dan Lewis juga dapat dicoba sebagai gelandang apabila Maresca membutuhkan opsi tambahan. Keduanya tumbuh melalui akademi Manchester City dengan pengalaman bermain di area sentral.

Manchester City Kurang Dalam di Sayap

Kualitas pemain utama Manchester City pada sektor gelandang serang dan sayap tidak perlu diragukan. Jérémy Doku, Cherki, Antoine Semenyo, dan Foden mempunyai kemampuan untuk menentukan pertandingan.

Doku menunjukkan perkembangan besar dengan mencetak lebih banyak gol dan assist dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kecepatan serta kemampuan melewati pemain membuatnya menjadi salah satu senjata utama dalam permainan satu lawan satu.

Cherki juga menjalani musim debut Premier League yang mengesankan. Ia menciptakan 3,02 peluang per 90 menit, tertinggi kedua di antara pemain yang tampil minimal 1.000 menit di kompetisi tersebut.

Semenyo menunjukkan potensi besar meskipun performanya menurun sejak Maret. Ia tetap mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak kedua Manchester City di liga bersama Foden dengan tujuh gol.

Foden berpotensi kembali menemukan performa terbaiknya setelah memperpanjang kontrak sampai 2030. Kehadiran Maresca diharapkan mengembalikan ketajamannya seperti musim 2023/24 ketika mencetak 27 gol di seluruh kompetisi.

Namun, kedalaman di belakang empat pemain tersebut masih menjadi persoalan. Manchester City membutuhkan setidaknya satu pemain menyerang tambahan untuk menjaga kualitas ketika melakukan rotasi.

Savinho dan Jack Grealish Terancam Pergi

Savinho menjalani musim yang mengecewakan setelah hanya mencatatkan 821 menit di Premier League. Ia mengakhiri kompetisi dengan satu gol dan satu assist, jauh dari ekspektasi setelah menunjukkan potensi pada musim sebelumnya.

Pada musim 2024/25, Savinho menghasilkan 6,1 expected assists, tertinggi kedua di antara pemain Manchester City. Namun, pemain Brasil itu dikabarkan ingin meninggalkan Etihad pada bursa transfer musim panas.

Jack Grealish juga kembali setelah menjalani masa peminjaman bersama Everton. Pemain yang pernah dibeli seharga 100 juta poundsterling tersebut belum sepenuhnya pulih dari cedera kaki sejak Januari.

Grealish tidak masuk rombongan tur pramusim Manchester City. Kondisi itu membuat kesempatannya meyakinkan Maresca untuk memberikan peluang kedua semakin kecil.

Divine Mukasa, Jeremy Monga, dan Claudio Echeverri dapat mengisi tempat rotasi apabila Savinho atau Grealish pergi. Meski demikian, mengandalkan pemain muda sepenuhnya akan terlalu berisiko untuk klub yang ingin kembali menjuarai Premier League.

Erling Haaland Tetap Menjadi Pilihan Utama

Posisi penyerang tengah menjadi bagian paling mudah dalam audit skuad Manchester City. Selama dalam kondisi bugar, Erling Haaland hampir pasti menjadi starter utama Maresca.

Haaland mencatatkan rata-rata 1,06 kontribusi gol per 90 menit di Premier League musim lalu. Angka tersebut menjadi yang terbaik di antara seluruh pemain yang tampil minimal 1.000 menit.

Penyerang Norwegia itu menghasilkan total 35 gol dan assist di liga. Jumlah tersebut menempatkannya di posisi kedua di antara pemain dari lima kompetisi elite Eropa.

Ketajaman Haaland membuat Manchester City tidak harus mengeluarkan dana besar untuk merekrut penyerang baru. Permasalahan justru berada pada kualitas dan mentalitas pemain yang menjadi pelapisnya.

Omar Marmoush Masih Dapat Kesempatan

Omar Marmoush gagal melanjutkan perkembangan yang diperlihatkan pada paruh kedua musim 2024/25. Ia hanya bermain selama 699 menit di Premier League, turun dari 1.182 menit pada musim sebelumnya meskipun baru bergabung pada Januari.

Marmoush terlihat kesulitan menerima kondisi ketika tidak menjadi pilihan utama secara reguler. Persaingan dengan Haaland membuat kesempatan bermainnya sangat terbatas, terutama dalam pertandingan penting.

Penampilannya bersama Mesir di Piala Dunia 2026 juga tidak meyakinkan. Marmoush hanya membuat satu tembakan tepat sasaran dan gagal mencetak gol dalam 326 menit.

Pada pertandingan terakhir Mesir, Mostafa Ziko dari Pyramids FC bahkan dipilih sebagai penyerang utama. Situasi tersebut memperlihatkan penurunan kepercayaan terhadap Marmoush di level klub maupun tim nasional.

Namun, keberadaan Haaland justru dapat menyelamatkan masa depannya di Manchester City. Klub tidak menganggap perekrutan striker baru sebagai kebutuhan mendesak, sehingga Marmoush kemungkinan mendapat kesempatan membuktikan diri pada musim berikutnya.

Tiga Posisi Prioritas Manchester City

Hasil audit skuad menunjukkan Manchester City membutuhkan penjaga gawang pelapis, bek kanan, dan pemain sayap berkualitas. Gelandang tambahan juga diperlukan apabila kondisi Rodri belum stabil atau salah satu pemain tengah meninggalkan klub.

Sementara itu, bek tengah, bek kiri, dan penyerang utama bukan sektor yang membutuhkan investasi besar. Maresca telah memiliki banyak pilihan pada tiga posisi tersebut apabila para pemain mampu menjaga kebugaran.

Keputusan Hugo Viana pada sisa bursa transfer akan menentukan kekuatan Manchester City. Klub tidak perlu merombak seluruh skuad, tetapi harus memastikan kelemahan pada posisi tertentu tidak kembali menghambat persaingan gelar.

Manchester City masih mempunyai fondasi untuk kembali menjadi juara Premier League. Namun, era baru bersama Enzo Maresca hanya akan berhasil apabila klub mampu menyeimbangkan regenerasi, kualitas pelapis, dan kebutuhan mempertahankan pemain penting.

Patrik Le Giang kiper Vietnam di Piala AFF 2026.

Siapa Patrik Le Giang? Kiper yang Bikin Indonesia Tak Bisa Bobol Gawang Vietnam

04 Agu 2026
roulette online

Bagaimana Cara Kerja Roulette Online?

04 Agu 2026

Negara Mana yang Difavoritkan Juara Piala Dunia 2030?

04 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.