Close Menu
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Togel Hari ini
    • Keluaran Lengkap (Racik)
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Togel Hari ini
    • Keluaran Lengkap (Racik)
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
Home - Olahraga - Real Madrid Tak Memberinya Banyak Menit Bermain, Nico Paz Kini Jadi Mimpi Buruk Manchester United

Real Madrid Tak Memberinya Banyak Menit Bermain, Nico Paz Kini Jadi Mimpi Buruk Manchester United

  • Oktober 22, 2026

Nico Paz pernah menjadi salah satu talenta menjanjikan akademi Real Madrid, tetapi kesempatan yang terbatas di tim utama membuat gelandang Argentina itu harus mencari jalan lain untuk mengembangkan karier profesionalnya.

Dua tahun setelah meninggalkan Santiago Bernabeu, Nico Paz justru menjadi pusat perhatian sepak bola Eropa ketika membawa Como 1907 menghancurkan Manchester United dengan skor 4-1 di Liga Champions 2026/2027.

Pemain berusia 22 tahun tersebut mencetak dua gol dan menyumbangkan satu assist dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Penampilan Nico Paz bukan hanya mempermalukan Manchester United, melainkan juga memperlihatkan keberhasilan Como dan pelatih Cesc Fàbregas dalam mengembangkan pemain muda yang sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat reguler di klub besar.

Kemenangan tersebut semakin istimewa karena Como baru beberapa tahun meninggalkan kompetisi kasta bawah Italia, sementara Manchester United datang dengan reputasi sebagai klub yang telah tiga kali menjuarai Liga Champions.

Di balik malam bersejarah itu, perjalanan Nico Paz menghadirkan cerita mengenai pentingnya kesempatan bermain, keberanian mengambil keputusan karier, serta peran pelatih dalam mengubah bakat muda menjadi pemain menentukan.

Nico Paz Menghancurkan Manchester United 

Hujan deras mengguyur kawasan Danau Como ketika tuan rumah menghadapi Manchester United, tetapi kondisi lapangan tidak menghalangi Nico Paz dan rekan-rekannya memperlihatkan permainan menyerang yang agresif sejak awal pertandingan.

Berdasarkan laporan BBC Sport, kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling penting sejak proyek pembangunan Como dimulai pada 2019.

Nico Paz membuka keunggulan ketika pertandingan baru berlangsung dua menit setelah menerima umpan Lucas Da Cunha, sebelum melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang gagal dihentikan Senne Lammens.

Gol cepat tersebut memperlihatkan keberanian pemain Argentina itu mengambil keputusan di ruang sempit, sekaligus menghukum pertahanan Manchester United yang memberikan terlalu banyak kesempatan untuk melepaskan tembakan.

Como terus menekan melalui kombinasi pergerakan tanpa bola dan operan pendek, sementara Manchester United beberapa kali kesulitan membangun serangan karena pemain tuan rumah agresif menutup jalur distribusi.

Memasuki babak kedua, Nico Paz kembali menentukan ketika mengirimkan umpan kepada Anastasios Douvikas pada menit ke-49, yang kemudian diselesaikan penyerang Yunani tersebut untuk menggandakan keunggulan Como.

Delapan menit kemudian, Nico Paz mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan Carlos Baleba dalam penguasaan bola, lalu bergerak menuju kotak penalti dan menaklukkan penjaga gawang Manchester United.

Jacobo Ramón menambah gol keempat Como pada menit ke-76 melalui sundulan setelah menerima umpan Kaiki Bruno, sedangkan Manchester United hanya mampu membalas lewat Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu.

Rangkaian gol dan pencetaknya telah dikonfirmasi melalui laporan resmi Manchester United dan data pertandingan Opta.

Performa Nico Paz semakin menonjol karena kontribusinya tidak terbatas pada penyelesaian akhir, tetapi juga terlihat dalam kemampuannya membaca pergerakan rekan setim dan menciptakan ruang di pertahanan lawan.

Sepanjang pertandingan, Como mencatat penguasaan bola 55 persen dan menghasilkan delapan tembakan tepat sasaran, sedangkan Manchester United hanya mengarahkan empat percobaan ke gawang meskipun melepaskan lebih banyak tembakan.

Data tersebut memperlihatkan efektivitas serangan Como yang mampu menciptakan ancaman berkualitas, sekaligus menunjukkan masalah pertahanan Manchester United ketika menghadapi tim dengan perpindahan bola cepat dan pergerakan dinamis.

Mantan gelandang tim nasional Inggris Glenn Hoddle memberikan pujian atas performa Nico Paz ketika menjadi komentator TNT Sports, khususnya mengenai keberaniannya mengambil risiko melalui keputusan kreatif sepanjang pertandingan.

“Dia benar-benar luar biasa dalam segala hal yang dilakukannya,” ujar Hoddle, yang menilai kreativitas dan keberanian Paz mengambil keputusan berisiko justru menjadi kekuatan utama permainannya.

Kemenangan Como juga memperpanjang periode sulit Manchester United menjadi tujuh pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi, sesuatu yang terakhir mereka alami pada 2015 sebelum rangkaian buruk musim ini.

Sebaliknya, Nico Paz memperlihatkan bahwa pemain yang dahulu kesulitan memperoleh menit bermain di Real Madrid kini mampu menjadi pembeda ketika berhadapan dengan salah satu klub terbesar Inggris.

Perjalanan Nico Paz dari Akademi Real Madrid hingga Menjadi Bintang Como

Perjalanan Nico Paz menuju panggung Liga Champions dimulai jauh sebelum namanya dikenal bersama Como, ketika ia bergabung dengan akademi Real Madrid pada 2016 dalam usia 11 tahun.

Pemain kelahiran Tenerife tersebut berkembang melalui berbagai kelompok usia hingga akhirnya memperkuat Real Madrid Castilla, tempat ia mulai mengenal tuntutan kompetisi profesional sebelum mendapatkan kesempatan bersama tim utama.

Selama berada di akademi Real Madrid, Nico Paz turut meraih gelar Copa del Rey kelompok usia muda pada 2022 dan 2023, serta Youth Champions Cup pada 2023.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa kemampuannya telah mendapat pengakuan sejak usia muda, tetapi persaingan di tim utama Real Madrid menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan kompetisi akademi.

Nico Paz akhirnya mencatat delapan penampilan resmi bersama tim utama Real Madrid sebelum kepindahannya ke Como pada Agustus 2024, jumlah yang menunjukkan terbatasnya kesempatan untuk membangun pengalaman secara konsisten.

Ia juga menjadi bagian dari skuad Real Madrid yang menjuarai Liga Champions 2023/2024, meskipun kontribusinya belum sebesar para pemain senior yang menjadi pilihan utama dalam perjalanan menuju gelar.

Persaingan mendapatkan tempat di lini tengah Real Madrid membuat peluang berkembang melalui pertandingan reguler semakin terbatas, sehingga keputusan meninggalkan klub menjadi pilihan yang masuk akal dalam perjalanan kariernya.

Pada 25 Agustus 2024, Real Madrid secara resmi mengumumkan kesepakatan transfer Nico Paz ke Como, sekaligus mengakhiri fase panjang pendidikannya bersama akademi klub raksasa Spanyol tersebut.

Keputusan bergabung dengan Como memiliki risiko tersendiri karena klub Italia itu baru kembali ke Serie A setelah penantian 21 tahun dan belum memiliki jaminan mampu bertahan di kompetisi tertinggi.

Namun, kesempatan bekerja bersama Cesc Fàbregas memberikan pertimbangan penting karena mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea tersebut memahami karakter permainan kreatif yang menjadi kekuatan utama Nico Paz.

Bagi pemain muda, kesempatan tampil secara konsisten sering kali menjadi faktor penentu perkembangan, terutama ketika kemampuan teknis membutuhkan pengalaman pertandingan untuk berkembang menjadi pengambilan keputusan yang matang.

Di Como, Nico Paz tidak sekadar mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak, tetapi juga memperoleh tanggung jawab sebagai salah satu penggerak serangan dalam sistem permainan yang membutuhkan kreativitas dan keberanian.

Perubahan tersebut membantu Nico Paz berkembang dari talenta akademi yang menjanjikan menjadi pemain penting, dengan pengaruh langsung terhadap kemampuan Como menciptakan peluang dan mengendalikan pertandingan.

Perjalanan ini memperlihatkan bahwa meninggalkan klub besar tidak selalu berarti kemunduran karier, sebab lingkungan yang memberikan kepercayaan dan peran jelas dapat menghasilkan perkembangan lebih signifikan.

Peran Cesc Fabregas Mengubah Karier Nico Paz dan Membawa Como ke Liga Champions

Keberhasilan Nico Paz bersama Como tidak dapat dipisahkan dari pengaruh Cesc Fàbregas, pelatih yang membangun identitas permainan berbasis penguasaan bola, pergerakan antarlini, serta tekanan agresif ketika kehilangan bola.

Fàbregas memahami tuntutan tersebut karena pernah bermain di level tertinggi bersama Arsenal, Barcelona, Chelsea, dan tim nasional Spanyol, sebelum memulai perjalanan kepelatihannya setelah pensiun pada 2023.

Ketika menangani Como, Fàbregas memberikan ruang kepada pemain kreatif untuk mengambil keputusan dalam situasi pertandingan, tetapi tetap menuntut disiplin posisi dan keterlibatan dalam organisasi permainan tim.

Pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan Nico Paz yang memiliki kontrol bola baik, visi permainan, serta keberanian melakukan penetrasi ketika pertahanan lawan mulai kehilangan keseimbangan akibat pergerakan pemain Como.

Paz tidak harus selalu berada dekat kotak penalti untuk memberikan pengaruh, karena pergerakannya di antara lini tengah dan pertahanan lawan sering membuka ruang bagi penyerang maupun pemain sayap.

Ketika Como menguasai bola, Nico Paz dapat menjadi penghubung antara gelandang dan penyerang, sedangkan saat kehilangan penguasaan bola ia turut terlibat dalam upaya merebut kembali bola.

Kemampuan menjalankan dua tugas tersebut menjadi penting dalam sistem Fàbregas, karena Como membutuhkan pemain kreatif yang tidak hanya mengandalkan teknik individu tetapi juga memahami tanggung jawab kolektif.

Pada laga melawan Manchester United, kualitas Nico Paz terlihat melalui tiga bentuk kontribusi berbeda, yakni ketepatan tembakan, kemampuan menciptakan peluang, serta kecerdasan memanfaatkan kesalahan penguasaan bola lawan.

Gol pertamanya menunjukkan kualitas teknik dan penyelesaian akhir, assist kepada Douvikas membuktikan visi permainan, sementara gol kedua mencerminkan kemampuan membaca situasi dan melakukan transisi menyerang.

Ketiga kontribusi tersebut menggambarkan perkembangan seorang gelandang serang yang semakin lengkap, sekaligus memperlihatkan mengapa Fàbregas menjadikan Paz salah satu komponen utama dalam proyek olahraga Como.

Perkembangan Nico Paz juga terlihat melalui statistik musim 2026/2027, ketika ia telah terlibat dalam sembilan gol dari delapan pertandingan di seluruh kompetisi sejak awal September.

Catatan tersebut terdiri dari empat gol dan lima assist, menjadikannya pemain Serie A dengan keterlibatan gol terbanyak di seluruh kompetisi dalam periode tersebut menurut laporan BBC Sport.

Penampilan melawan Manchester United juga menghadirkan catatan khusus karena Nico Paz menjadi pemain Argentina termuda yang terlibat langsung dalam tiga gol pada satu pertandingan Liga Champions sejak Lionel Messi.

Messi terakhir mencatat pencapaian serupa ketika menghadapi Bayern Munich pada April 2009, sehingga performa Nico Paz memperlihatkan betapa menonjolnya kontribusi pemain muda Como di level kompetisi Eropa.

Perbandingan tersebut tentu tidak berarti perjalanan karier Nico Paz sudah menyamai Messi, tetapi menunjukkan bahwa kemampuannya memberikan dampak besar dalam satu pertandingan telah mencapai tingkat yang istimewa.

Keberhasilan itu juga memperlihatkan efektivitas pembinaan pemain melalui pendekatan individual, ketika Fàbregas mampu mengembangkan karakter permainan Paz tanpa menghilangkan kebebasan kreatif yang menjadi keunggulannya.

Real Madrid Masih Memiliki Peluang Memulangkan Nico Paz

Perkembangan Nico Paz menghadirkan pertanyaan mengenai masa depannya, terutama karena Real Madrid masih mempunyai hubungan kontraktual yang memungkinkan klub Spanyol tersebut kembali mendapatkan hak atas pemain Argentina itu.

Pada 29 Juni 2026, Real Madrid mengumumkan kesepakatan dengan Como dan Nico Paz untuk mempertahankan sang pemain di Italia selama musim 2026/2027 sesuai permintaan pemain sendiri.

Kesepakatan tersebut juga memastikan Real Madrid mempunyai opsi pembelian kembali secara sepihak untuk musim 2027/2028, sehingga masa depan Nico Paz belum sepenuhnya terlepas dari klub tempatnya berkembang.

Pengumuman resmi Real Madrid tidak menyebutkan nilai pelaksanaan opsi tersebut, sehingga angka transfer yang beredar di berbagai laporan perlu diperlakukan sebagai informasi terpisah dari ketentuan resmi yang diumumkan klub.

Keputusan mempertahankan Nico Paz di Como selama satu musim tambahan memperlihatkan bahwa kelanjutan perkembangannya dipandang penting, terutama setelah ia mulai mendapatkan pengalaman menghadapi klub papan atas Eropa.

Bagi Como, keberadaan Nico Paz memberikan keuntungan kompetitif karena klub dapat mempertahankan salah satu pemain paling menentukan ketika menjalani musim pertamanya dalam kompetisi Liga Champions.

Sementara bagi Real Madrid, perkembangan Nico Paz menghadirkan peluang untuk mendapatkan kembali pemain yang telah memperoleh pengalaman reguler dan tanggung jawab lebih besar dibandingkan ketika meninggalkan Santiago Bernabeu.

Namun, keberhasilannya bersama Como juga menunjukkan bahwa keputusan memulangkan pemain tidak cukup didasarkan pada penampilan individu, melainkan harus mempertimbangkan kebutuhan skuad dan ketersediaan kesempatan bermain.

Apabila kembali ke Real Madrid, Nico Paz berpotensi menghadapi persaingan ketat seperti yang pernah membatasi penampilannya, sehingga peran dalam rencana pelatih menjadi faktor penting bagi kelanjutan karier.

Sebaliknya, bertahan lebih lama bersama Como dapat memberikan kesempatan menjaga konsistensi dan melanjutkan proses perkembangan, meskipun peluang bermain untuk klub sebesar Real Madrid mempunyai daya tarik tersendiri.

Pada tahap ini, keberhasilan Nico Paz lebih tepat dipahami sebagai hasil dari keputusan karier yang sesuai kebutuhan perkembangan, bukan bukti bahwa Real Madrid melakukan kesalahan mutlak ketika melepasnya.

Real Madrid memang hanya memberinya delapan penampilan resmi sebelum transfer pada 2024, tetapi situasi skuad, persaingan internal, dan kebutuhan pengalaman membuat kesempatan bermain menjadi persoalan yang lebih kompleks.

Kini, Nico Paz mempunyai bukti nyata bahwa dirinya mampu tampil menentukan di Liga Champions, sementara keputusan tentang masa depannya akan menjadi bagian menarik dari hubungan Real Madrid dan Como.

Nico Paz Menjadi Simbol Kebangkitan Como, dari Serie D hingga Liga Champions

Kecemerlangan Nico Paz semakin menarik karena berlangsung bersama klub yang mengalami perubahan luar biasa, setelah Como bertransformasi dari peserta Serie D menjadi tim yang mampu mengalahkan Manchester United di Liga Champions.

Ketika Manchester United terakhir menjuarai Liga Champions pada 2008, Como masih berjuang di kompetisi semiprofesional Italia, jauh dari sorotan internasional dan belum mempunyai kekuatan finansial seperti sekarang.

Perubahan dimulai ketika kelompok investor yang terkait pengusaha Indonesia Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono mengambil alih Como melalui Sent Entertainment pada 2019.

Menurut kepala eksekutif klub Mirwan Suwarso, rencana awal pemilik baru sebenarnya tidak langsung menjadikan Como sebagai kekuatan Eropa, melainkan mengembangkan proyek media yang melibatkan pemain muda Indonesia.

Proyek tersebut kemudian berubah setelah Como berhasil promosi dan harus beroperasi sebagai klub profesional, sehingga manajemen mulai menyusun strategi pembangunan olahraga dengan target yang semakin tinggi.

Dalam perkembangannya, Como mendatangkan figur internasional termasuk Cesc Fàbregas, sementara Thierry Henry dan Raphaël Varane turut terlibat sebagai investor dalam proyek klub yang semakin mendapat perhatian dunia.

Keberhasilan finis di posisi keempat Serie A musim 2025/2026 menjadi tonggak penting karena Como memastikan tempat di Liga Champions, jauh melampaui perkiraan awal mengenai kecepatan perkembangan klub.

Fàbregas menggambarkan perubahan tersebut sebagai sesuatu yang sangat besar dibandingkan kondisi ketika ia pertama kali bergabung, bahkan menyebut perkembangan Como sudah seperti memasuki dunia yang berbeda.

Menurut Fàbregas, keberhasilan klub tidak boleh membuat pemain kehilangan kerendahan hati karena perjalanan dari kasta bawah menuju Liga Champions seharusnya menjadi pengingat tentang besarnya usaha yang telah dilakukan.

“Kami adalah sebuah keluarga di sini,” ujar Fàbregas ketika menjelaskan kedekatan antara tim, pengelola, dan pendukung yang tetap memberikan dukungan bahkan setelah klub mengalami kekalahan.

Namun, Fàbregas juga mengingatkan para pemain agar tidak terlalu lama menikmati pencapaian masa lalu, sebab tantangan berikutnya membutuhkan konsentrasi dan keinginan untuk terus meningkatkan standar permainan.

Bagi Nico Paz, lingkungan tersebut memberikan kesempatan berkembang bersama tim yang mempunyai ambisi besar, tetapi tetap menyediakan ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan tanggung jawab di lapangan.

Keberhasilan ini turut menghadirkan tantangan finansial karena Como harus memenuhi regulasi UEFA, sementara investasi besar dan kebutuhan pembangunan stadion membuat pengelolaan anggaran menjadi perhatian penting.

Mirwan Suwarso menyatakan bahwa manajemen tidak terlalu mengkhawatirkan pemeriksaan keuangan UEFA karena klub berupaya memastikan seluruh pencatatan dan pengelolaan finansial dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan keuangan, fasilitas Giuseppe Sinigaglia juga membutuhkan pengembangan karena sebagian besar area penonton masih terbuka, membuat pendukung harus menghadapi hujan deras saat pertandingan melawan Manchester United.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Como di lapangan berkembang lebih cepat dibandingkan beberapa aspek infrastrukturnya, sehingga investasi jangka panjang tetap dibutuhkan untuk menjaga kemampuan bersaing.

Kebangkitan Como juga membawa makna khusus bagi pendukung lama seperti Marco Melillo dan Federico Borghi, yang telah mengikuti klub sejak masa sulit ketika pertandingan hanya disaksikan ratusan orang.

Borghi mengaku tidak pernah membayangkan Como suatu hari akan menghadapi Manchester United, sedangkan Melillo berharap perjalanan luar biasa tersebut dapat berlangsung selama mungkin tanpa menghilangkan hubungan dengan pendukung setia.

Di tengah transformasi tersebut, Nico Paz menjadi wajah baru keberhasilan Como karena perjalanan pribadinya mencerminkan keberanian klub memberikan kesempatan kepada pemain berbakat yang belum menemukan tempat ideal.

Masa Depan Nico Paz: Bukti Bahwa Kesempatan Bermain Lebih Penting daripada Nama Besar Klub

Penampilan Nico Paz menghadapi Manchester United memberikan pelajaran mengenai perkembangan pemain muda, terutama bahwa kemampuan teknis membutuhkan lingkungan tepat dan kesempatan tampil secara konsisten agar dapat mencapai potensi maksimal.

Ketika masih memperkuat Real Madrid, Nico Paz berada di lingkungan kompetitif dengan standar sangat tinggi, tetapi jumlah pertandingan yang terbatas membuat proses pembentukan pengalaman profesionalnya belum berjalan optimal.

Kepindahan ke Como mengubah keadaan tersebut karena ia memperoleh kepercayaan dari Fàbregas, peran yang jelas dalam sistem permainan, serta kesempatan menghadapi berbagai karakter lawan di Serie A.

Hasilnya terlihat ketika Nico Paz mampu memberikan pengaruh langsung dalam pertandingan Liga Champions, sebuah pencapaian yang memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terpenting dalam perkembangan Como.

Bagi Real Madrid, performa tersebut menjadi bukti bahwa investasi pembinaan akademi dapat menghasilkan pemain berkualitas meskipun keberhasilan akhirnya tercapai setelah sang pemain memperoleh kesempatan bersama klub lain.

Sementara bagi Como, perkembangan Nico Paz memperlihatkan bahwa merekrut pemain berbakat saja tidak cukup apabila tidak disertai filosofi permainan, kepercayaan pelatih, dan rencana pengembangan yang konsisten.

Kemenangan atas Manchester United juga menjadi peringatan bahwa reputasi besar tidak selalu menentukan hasil pertandingan, terutama ketika lawan memiliki organisasi permainan lebih baik dan mampu memaksimalkan peluang.

Pada malam bersejarah di Giuseppe Sinigaglia, Nico Paz membuktikan bahwa pemain yang pernah kesulitan mendapatkan menit bermain di Real Madrid dapat berkembang menjadi sosok paling menentukan dalam pertandingan besar.

Perjalanan tersebut belum mencapai akhir karena keputusan mengenai masa depan bersama Como atau Real Madrid masih terbuka, sementara konsistensi penampilan menjadi tantangan berikutnya bagi gelandang Argentina itu.

Namun, dua gol dan satu assist menghadapi Manchester United telah memberikan jawaban penting mengenai kualitas Nico Paz, sekaligus menunjukkan bahwa keberanian mencari kesempatan baru terkadang menjadi keputusan paling menentukan dalam karier.

Gil Vicente vs Porto

Preview Gil Vicente vs Porto: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Okt 2026
Freiburg vs Bayern Munchen

Preview Freiburg vs Bayern Munchen: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Okt 2026
Dortmund vs Frankfurt

Preview Dortmund vs Frankfurt: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Okt 2026
X (Twitter)
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.