Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - 5 Pemain Liga Inggris yang Nyaris Terlupakan, Siap Bangkit pada Musim 2026/27

5 Pemain Liga Inggris yang Nyaris Terlupakan, Siap Bangkit pada Musim 2026/27

  • Agustus 4, 2026

Musim baru Liga Inggris menjadi kesempatan bagi klub untuk memperbaiki kekurangan, membangun ulang skuad, dan menghadirkan wajah baru. Namun, perhatian tidak hanya tertuju kepada pemain anyar karena sejumlah nama lama juga berpeluang kembali mengambil peran penting.

Beberapa pemain menghabiskan musim lalu dengan cedera panjang, minim kesempatan bermain, atau menjalani masa peminjaman yang tidak sesuai harapan. Perubahan pelatih dan situasi skuad kini membuka jalan bagi mereka untuk memulai kembali perjalanan karier.

Harvey Elliott, Josko Gvardiol, Evan Ferguson, Dejan Kulusevski, dan Federico Chiesa termasuk pemain yang berpeluang mencuri perhatian pada musim 2026/27. Masa pramusim akan menjadi kesempatan penting untuk membuktikan kemampuan mereka.

Kurang dari sebulan menjelang dimulainya Liga Inggris, kelima pemain tersebut menghadapi tantangan berbeda. Ada yang harus merebut kembali kepercayaan pelatih, memulihkan kondisi fisik, atau memastikan dirinya masih memiliki tempat dalam skuad utama.

1. Harvey Elliott Kembali Berjuang di Liverpool

Harvey Elliott pernah dianggap sebagai salah satu pemain muda terbaik yang dimiliki Liverpool. Kreativitas, teknik mengolah bola, serta keberaniannya menembak dari luar kotak penalti membuatnya diprediksi menjadi bagian penting masa depan The Reds.

Namun, perkembangan Elliott terhambat ketika Arne Slot menangani Liverpool. Kesempatan bermain yang terbatas membuat gelandang Inggris tersebut dipinjamkan ke Aston Villa dengan harapan memperoleh menit bermain lebih banyak.

Kesepakatan tersebut sebenarnya dapat berubah menjadi transfer permanen senilai 35 juta poundsterling. Klausul pembelian wajib akan aktif apabila Elliott mencapai 10 penampilan di Liga Inggris bersama Aston Villa.

Rencana itu tidak berjalan sesuai harapan karena Elliott hanya tampil sembilan kali di seluruh kompetisi. Ia lebih banyak duduk di bangku cadangan dan gagal memenuhi jumlah penampilan yang diperlukan untuk mengaktifkan klausul pembelian.

Situasi tersebut terasa ironis karena Liverpool sendiri mengalami kekurangan kreativitas di lini tengah. Elliott memiliki kemampuan menghubungkan permainan dan menciptakan peluang, tetapi tidak berada di Anfield ketika tim membutuhkan karakter tersebut.

Kepulangan Elliott kini bertepatan dengan kedatangan Andoni Iraola sebagai manajer baru Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu menyebut Elliott memperlihatkan keinginan besar untuk membuktikan dirinya dan akan diberikan kesempatan selama pramusim.

Pernyataan tersebut memberikan harapan bahwa karier Elliott bersama Liverpool belum berakhir. Namun, pemain berusia 23 tahun itu tetap harus menunjukkan bahwa dirinya mampu mengikuti tuntutan pressing, intensitas, dan permainan vertikal yang diterapkan Iraola.

Persaingan di lini tengah Liverpool juga tidak ringan karena klub mempunyai sejumlah pemain kreatif. Elliott harus memanfaatkan fleksibilitasnya sebagai gelandang serang, pemain sayap kanan, atau penghubung di belakang penyerang.

Masa pramusim akan menjadi audisi penting untuk menentukan nasibnya. Apabila tampil meyakinkan, Elliott dapat kembali masuk rotasi utama dan membangun ulang reputasinya sebagai salah satu talenta terbaik Liverpool.

Sebaliknya, kegagalan meyakinkan Iraola dapat membuat Liverpool kembali mempertimbangkan penjualan atau peminjaman. Musim 2026/27 berpotensi menjadi kesempatan terakhir Elliott untuk mendapatkan tempat permanen di Anfield.

2. Josko Gvardiol Kembali Memperkuat Manchester City

Josko Gvardiol sempat menghilang dari perhatian penggemar Liga Inggris karena mengalami cedera serius. Padahal, bek asal Kroasia tersebut sebelumnya menjadi salah satu pemain penting Manchester City sejak direkrut dari RB Leipzig pada 2023.

Gvardiol mengalami patah tulang tibia pada Januari 2026 dan harus menjalani pemulihan selama lebih dari empat bulan. Cedera tersebut membuatnya melewatkan 27 pertandingan Manchester City di seluruh kompetisi.

Ia baru kembali merumput pada Mei dan hanya mencatatkan dua penampilan sebelum musim berakhir. Minimnya waktu bermain membuat kehadirannya tidak terlalu terasa ketika Manchester City menjalani periode sulit.

Kepercayaan klub terhadap Gvardiol tetap tinggi meskipun ia lama menepi. Manchester City memberikan kontrak baru yang membuatnya bertahan di Stadion Etihad hingga musim panas 2031.

Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa Gvardiol masih menjadi bagian penting dalam rencana jangka panjang klub. Ia juga termasuk salah satu pemain yang sudah cukup lama berada di skuad dibandingkan beberapa rekrutan baru Manchester City.

Kembalinya Gvardiol menjadi kabar baik bagi Enzo Maresca yang menggantikan Pep Guardiola. Pelatih asal Italia tersebut mendapatkan bek serbabisa yang dapat dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kiri.

Gvardiol mempunyai kekuatan fisik, kecepatan, serta kemampuan mengalirkan bola dari pertahanan. Kualitas tersebut sesuai dengan pendekatan Maresca yang mengandalkan pembangunan serangan dari area belakang.

Pengalamannya memenangkan trofi juga akan sangat dibutuhkan pada masa transisi Manchester City. Setelah kepergian Guardiola, pemain seperti Gvardiol dapat membantu menjaga standar dan mentalitas pemenang di dalam ruang ganti.

Namun, Manchester City harus mengelola kebugarannya secara hati-hati. Setelah absen panjang, Gvardiol kemungkinan tidak langsung dimainkan penuh dalam seluruh pertandingan pada awal musim.

Apabila berhasil kembali ke performa terbaik, kehadirannya akan terasa seperti mendapatkan pemain baru. Gvardiol dapat meningkatkan kualitas pertahanan sekaligus memberikan Maresca lebih banyak pilihan dalam menyusun formasi.

3. Evan Ferguson Mencari Kesempatan Kedua di Brighton

Evan Ferguson pernah dianggap sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Eropa. Namanya mulai dikenal luas setelah mencetak 10 gol pada musim 2022/23 bersama Brighton.

Ketajaman tersebut membuat Ferguson dikaitkan dengan beberapa klub besar Liga Inggris. Posturnya yang kuat, pergerakan di kotak penalti, dan penyelesaian akhir membuatnya diprediksi berkembang menjadi penyerang papan atas.

Namun, perjalanan karier Ferguson kemudian terganggu oleh serangkaian cedera. Masalah kebugaran memutus momentum, menurunkan kepercayaan diri, dan membuatnya kesulitan menemukan kembali ketajaman di depan gawang.

Cedera ligamen lutut pada 2024 menjadi salah satu masalah terbesar yang dialaminya. Setelah itu, Ferguson membutuhkan waktu panjang untuk kembali mencapai kondisi fisik dan mental terbaik.

Brighton kemudian meminjamkannya ke AS Roma pada musim lalu. Bersama klub Italia tersebut, penyerang Republik Irlandia itu mencatatkan 22 penampilan dengan menghasilkan lima gol dan dua assist.

Catatan tersebut belum cukup untuk mengembalikan reputasinya sebagai salah satu striker muda terbaik. Namun, pengalaman bermain di Italia memberinya kesempatan menghadapi tuntutan taktik dan gaya bertahan yang berbeda.

Ferguson kini bersiap kembali mengikuti pramusim bersama Brighton. Masa depan Danny Welbeck yang dikaitkan dengan Chelsea dapat membuka ruang baru dalam persaingan penyerang utama.

Apabila Welbeck benar-benar pergi, Fabian Hürzeler harus menentukan pemain yang menjadi ujung tombak Brighton. Ferguson dapat memperoleh kesempatan apabila mampu menunjukkan bahwa kondisi fisiknya telah pulih sepenuhnya.

Karakter Ferguson juga berbeda dibandingkan sejumlah pemain depan Brighton lainnya. Ia dapat menjadi target serangan langsung, memenangi duel udara, menahan bola, dan menyelesaikan peluang di area penalti.

Meski demikian, kepercayaan tidak akan diberikan hanya berdasarkan potensi masa lalu. Ferguson harus tampil konsisten selama pramusim serta menunjukkan perkembangan dalam kebugaran, pergerakan, dan ketenangan menyelesaikan peluang.

Brighton juga harus menentukan apakah akan mempertahankan, menjual, atau kembali meminjamkannya. Mendapatkan menit bermain reguler menjadi hal terpenting agar karier Ferguson tidak terus berhenti di tengah jalan.

4. Dejan Kulusevski Siap Akhiri Penantian Panjang

Dejan Kulusevski menjadi pemain yang paling lama absen dalam daftar ini. Penampilan kompetitif terakhirnya terjadi ketika Tottenham Hotspur menghadapi Crystal Palace pada 11 Mei 2025.

Kulusevski mengalami cedera patela pada lutut kanan setelah menerima tekel dari Marc Guéhi pada menit ke-19. Masalah tersebut membuatnya tidak memainkan satu menit pun dalam pertandingan resmi selama lebih dari 400 hari.

Cedera panjang itu memaksanya melewatkan sejumlah pertandingan penting. Kulusevski tidak dapat membantu Tottenham pada final Liga Europa dan juga harus absen dari Piala Dunia 2026.

Pemain asal Swedia tersebut memerlukan pemulihan yang sangat panjang karena lutut menerima tekanan besar dalam setiap gerakan. Berlari, berhenti mendadak, dan mengubah arah menjadi aktivitas yang harus dilakukan secara bertahap.

Tottenham diperkirakan tidak akan terburu-buru mengembalikannya ke lapangan. Kulusevski kemungkinan lebih dahulu menjalani latihan terbatas sebelum mendapatkan menit bermain dalam pertandingan pramusim maupun kompetitif.

Kembalinya Kulusevski dapat memberikan tambahan besar bagi lini depan Tottenham. Ia mampu bermain sebagai sayap kanan, gelandang serang, atau penyerang pendukung dengan kemampuan membawa bola dan menciptakan peluang.

Kualitasnya sangat berguna bagi Roberto De Zerbi yang membutuhkan pemain kreatif untuk bergerak di antara lini. Kulusevski juga mempunyai kekuatan fisik yang membantunya mempertahankan bola ketika menghadapi tekanan lawan.

Namun, penggemar harus menjaga ekspektasi karena pemain yang absen lebih dari setahun membutuhkan waktu untuk mengembalikan ritme. Kecepatan, ketajaman keputusan, dan keberanian melakukan kontak fisik biasanya tidak langsung kembali.

Jika proses rehabilitasinya berjalan sesuai rencana, Kulusevski dapat menjadi tambahan penting tanpa biaya transfer. Kepulangannya juga memberikan dorongan moral setelah Tottenham menunggu sangat lama untuk kembali melihatnya bermain.

5. Federico Chiesa Dapat Kesempatan Baru di Liverpool

Federico Chiesa datang ke Liverpool sebagai rekrutan pertama Arne Slot setelah era Jürgen Klopp berakhir. Namun, penyerang Italia itu tidak pernah benar-benar memperoleh kesempatan reguler dalam dua musim pertamanya.

Chiesa hanya mencatatkan sembilan penampilan sebagai starter selama membela Liverpool. Pada musim lalu, ia bahkan hanya sekali masuk susunan awal dalam pertandingan Liga Inggris.

Minimnya kesempatan tersebut menimbulkan kritik kepada Slot, terutama ketika Liverpool mengalami masalah di lini depan. Cedera Alexander Isak dan Hugo Ekitiké seharusnya membuka peluang, tetapi Chiesa tetap jarang dimainkan.

Situasi tersebut membuat masa depannya terus dikaitkan dengan kepulangan ke Italia. Juventus dan beberapa klub Serie A disebut tertarik, tetapi Chiesa menegaskan dirinya masih bahagia bersama Liverpool.

Chiesa mengatakan mencintai klub, pendukung, dan segala hal mengenai kehidupannya di Liverpool. Ia ingin bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan dari Iraola sebelum mengambil keputusan mengenai masa depan.

Pergantian pelatih memberinya peluang memulai kembali perjalanan di Anfield. Gaya permainan Iraola yang mengandalkan tekanan tinggi, serangan cepat, dan pergerakan langsung sebenarnya sesuai dengan karakter utama Chiesa.

Pemain berusia 28 tahun tersebut memiliki kecepatan, keberanian menggiring bola, dan kemampuan menyerang pertahanan lawan. Ia juga dapat bermain pada kedua sisi sayap maupun menjadi penyerang ketika pilihan di lini depan terbatas.

Chiesa mulai menunjukkan sinyal positif selama pramusim dengan mencetak gol dalam kemenangan Liverpool atas Sunderland. Iraola bahkan sempat memainkannya sebagai penyerang tengah untuk menyesuaikan kebutuhan skuad.

Fleksibilitas tersebut dapat menjadi jalan untuk mendapatkan kesempatan lebih besar. Chiesa tidak harus bergantung pada satu posisi apabila mampu memahami peran berbeda dalam sistem Liverpool.

Masalah terbesar Chiesa selama berada di Inggris adalah kesulitan membangun ritme pertandingan. Jarang menjadi starter membuatnya tidak memiliki cukup waktu untuk mencapai kebugaran dan kepercayaan diri terbaik.

Musim baru menjadi kesempatan penebusan bagi mantan pemain Juventus tersebut. Pada usia 28 tahun, ia masih berada dalam periode produktif dan mempunyai kualitas untuk memberikan pengaruh besar apabila mendapat kepercayaan.

Patrik Le Giang kiper Vietnam di Piala AFF 2026.

Siapa Patrik Le Giang? Kiper yang Bikin Indonesia Tak Bisa Bobol Gawang Vietnam

04 Agu 2026
roulette online

Bagaimana Cara Kerja Roulette Online?

04 Agu 2026

Negara Mana yang Difavoritkan Juara Piala Dunia 2030?

04 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.